Polisi Telusuri Dalang di Balik Perusakan Belasan Hektare Kebun Teh Pangalengan

Aldi mengatakan telah menerima dua laporan terkait dugaan penyerobotan lahan kebun teh di area lahan yang dikelola oleh PTPN I Regional II ini.

Robby Bouceu
Oleh Robby Bouceu - Reporter
Polisi Telusuri Dalang di Balik Perusakan Belasan Hektare Kebun Teh Pangalengan
Polisi Telusuri Dalang di Balik Perusakan Belasan Hektare Kebun Teh Pangalengan (Merdeka.com)

Polisi terus menyelidiki kasus dugaan perusakan hektaran kebun teh di kawasan Malabar, Pangalengan, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Sejumlah saksi telah diperiksa dalam kasus ini.

Kapolresta Bandung, Kombes Pol Aldi Subartono mengatakan, saat ini pihaknya masih terus mendalami keterangan para saksi. Fokus pihaknya ialah guna memburu dalang di balik perusakan tersebut.

Sejauh ini, Aldi mengatakan telah menerima dua laporan terkait dugaan penyerobotan lahan kebun teh di area lahan yang dikelola oleh PTPN I Regional II ini. Laporan pertama, menurutnya telah masuk dalam tahap penyidikan. Adapun laporan terbaru masih dalam tahap penyelidikan.

"Kami sudah memeriksa beberapa saksi. Saat ini sedang melakukan pendalaman terkait peran masing-masing termasuk kita akan mengejar aktor utama ya," ungkapnya, saat meninjau titik-titik area kebun teh yang terdapat perusakan, Sabtu (29/11).

Titik-titik yang mengalami perusakan antara lain ialah blok perkebunan Bojong Waru, Cipicung 1 dan Cipicung 2 dengan total kurang lebih 14 hektar. Ini diketahui usai Polresta Bandung melakukan olah tempat kejadian perkara.

Di tiga titik tersebut, terpantau banyak tanaman teh yang dipapas dan kering, jauh dari hijau segar.

"Jadi ini merupakan identifikasi awal ya yang menjadi pintu masuk kami Polresta Bandung untuk melakukan serangkaian penyelidikan," ujarnya.

Perusakan Kebun Teh
Perusakan Kebun Teh istimewa

Adapun pihak yang ditengarai menjadi dalang di balik perusakan itu adalah yang memiliki modal dan memobilisasi massa untuk melakukan perusakan. Nantinya lahan yang dirusak diduga bakal dialihfungsikan menjadi kebun sayuran, seperti wortel dan kentang.

Aldi berkomitmen bakal terus berupaya mengusut kasus perusakan ini hingga tuntas. Sebab di samping, tak meresahkan pegawai kebun, fenomena perusakan juga dikhawatirkan bakal berdampak panjang terhadap lingkungan.

"Tentunya kami Polresta Bandung akan terus mengungkap peristiwa ini sesuai dengan SOP yang ada dan kami tetap akan mengejar siapa aktornya ya. Sehingga ke depan tidak ada lagi hal yang serupa," ungkap dia.

Diberitakan sebelumnya, Gejolak keresahan pegawai kebun teh di kawasan Malabar, Pangalengan, Kabupaten Bandung, Jawa Barat kembali terjadi. Ini menyusul adanya dugaan perusakan sengaja terhadap tanaman teh di area perkebunan oleh pihak tertentu.

Sejumlah pegawai kebun melakukan aksi unjuk rasa, di depan Pabrik Teh Malabar, pada Selasa 22 November 2025 lalu. Pada video yang beredar di media sosial, mereka tampak geram dalam aksi itu. Di video lain, tampak pula sejumlah pegawai, yang terdiri dari perempuan lansia, kebun yang bersedih campur marah.

Perusakan tanaman teh dikhawatirkan bisa mengancam ladang mereka mencari nafkah. Perusakan ditengarai bertujuan agar area kebun teh, bisa dialihfungsikan menjadi kebun lahan pertanian oleh pihak tertentu.

Urusan ini pun telah membetot perhatian sejumlah pihak, termasuk, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. Ia mengaku telah berkoordinasi dengan pihak Dinas Perkebunan dan kepolisian setempat untuk upaya tindak lanjut.

"Itu setelah saya cek kepala dinas perkebunan, itu kan sudah lapor ke polres kabupaten bandung dan saya tadi sudah telepon ke kapolresnya untuk segera ditindaklanjuti karena apa? Karena itu kategorinya pengrusakan," ungkap Dedi, Kamis (27/11).

Rekomendasi