Polisi Telah Periksa Istri Anggota Kodim Wonosobo Terkait Nyinyir Penusukkan Wiranto

Senin, 14 Oktober 2019 21:32 Reporter : Abdul Aziz
Polisi Telah Periksa Istri Anggota Kodim Wonosobo Terkait Nyinyir Penusukkan Wiranto ilustrasi garis polisi. ©2015 merdeka.com/darmadi sasongko

Merdeka.com - Kasus dugaan ujaran kebencian dilakukan salah satu anggota Persatuan Istri TNI (Persit) Kartika Chandra Kirana Cabang XXVII Kodim 0707 Wonosobo, WW, masih dalam penyelidikan Kanit 1 Polres Wonosobo. Sedangkan suaminya, anggota Kodim 0707 Wonosobo, Jawa Tengah, Kopral Dua, BD, masih dalam proses BAP.

"Jadi status belum menjadi tersangka untuk WW. Sedang suaminya yang berinisial BD masih di BAP, belum proses sidang. Jadi belum diberikan hukuman berupa tahanan atau lainnya," kata Pasi Intel Kodim 0707 Wonosobo melalui sambungan telepon, Senin (14/10).

Kasus ujaran kebencian yang dituduhkan pada WW dilimpahkan ke Polres Wonosobo pada Minggu (13/10). Kasus ujaran kebencian ini bermula dari unggahan di media sosial WW, yang diduga terkait penusukan dialami Menko Polhukam, Wiranto.

"Hari Sabtu sudah kita tindaklanjuti dan kita ambil keterangan. Hari Minggu sesuai dengan prosedur kami bawa yang bersangkutan ke Polres," ujarnya.

Pelimpahan kasus WW ke Polres, sebab yang bersangkutan adalah warga sipil. Maka prores yang ditempuh juga melalui peradilan umum.

Sedang suaminya BD yang merupakan anggota kodim 0707 Wonosobo, tengah diproses dan dapat dikenai sanksi. Hal tersebut juga dapat dilihat pada kasus serupa. Beberapa anggota yang istrinya bermasalah maka suaminya juga dapat dihukum disiplin militer. Ancamannya hingga penahanan ringan maksimal 14 hari.

"Anggota militer bertanggungjawab kepada istrinya atau Persit," terangnya.

Kanit 1 Polres Wonosobo, Iptu Samsudin membenarkan bahwa pihaknya telah menerima pengaduan dari Kodim mengenai apa yang telah dilakukan oleh WW. Kasus terkait dengan dugaan ujaran kebencian terkait kejadian penusukan terhadap Menkopolhukam dari WW di akun FB-nya.

"Dia diancam pasal 45 a ayat 2 junto pasal 28 a Undang-undang Nomor 19 Tahun 2016 pengganti Undang-undang Nomor 11 tahun 2008 tentang ITE. Ancaman hukumannya adalah 6 tahun atau denda 1 miliar," pungkasnya. [gil]

Topik berita Terkait:
  1. Wiranto Diserang
  2. TNI
  3. Wonosobo
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini