Polisi: Tak cukup bukti orang diduga gila sebagai pelempar batu di Tol Cikampek
Merdeka.com - Pengemudi minibus, Saeful Mazazi tewas diduga dilempar batu saat kendaraannya melintas di Tol Cikampek, Km 6.300, Jatiwaringin, Pondok Gede, Kota Bekasi. Peristiwa tersebut terjadi pada Selasa (5/6) sekitar pukul 04.00 WIB. Saat itu, korban mengendarai minibus Calya G 8696 ZP.
Jasa Marga sempat mengamankan seseorang yang diduga pelaku. Orang tersebut disebut-sebut mengalami gangguan kejiwaan. Namun Polisi belum dapat memastikan orang yang ditangkap Jasa Marga sebagai pelaku pelemparan batu.
"Orang yang diduga gila sempat diamankan 1 x 24 jam tapi penyidik berpendapat belum cukup bukti yang bersangkutan pelakunya," ujar Kapolres Metro Bekasi Kota, Kombes Indarto.
Polisi masih memburu pelaku pelemparan batu yang mengakibatkan pengendara tewas. "Jadi sementara kita sedang gali lagi pemeriksaan dan mencari saksi saksi lain," ucapnya.
Polisi menduga pelaku adalah sekelompok orang iseng yang nongkrong di atas jembatan.
"Dugaan kami anak-anak muda yang nongkrong pagi-pagi iseng lempar batu," kata Indarto.
Indarto menduga, pelempar batu tidak sendiri. Mengingat batu yang ditemukan di lokasi kejadian cukup besar.
"Minimal tiga orang, enggak sendirian," kata Indarto.
Hasil penyelidikan, tidak hanya Calya yang menjadi korban pelemparan batu. Sebuah minibus Avanza nomor polisi B 1056 ERF pecah kaca depan.
"Korban lainnya mengalami luka pada bagian dada sebelah kiri dan dagu yang diduga akibat ketimpa batu," kata Indarto.
Saat ini, kata Indarto, pihaknya masih menyelidiki pelaku pelemparan yang berujung maut itu.
"Saat ini kami masih menyisir dan menyelidiki peristiwa ini," ujar Indarto.
Menurutnya, pasca kejadian ini pihaknya menyiagakan personel di jembatan penyeberangan juga jembatan penyeberangan orang (JPO).
Reporter: Andry HaryantoSumber: Liputan6.com
(mdk/noe)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya