Polisi Segera Periksa Tenaga Kesehatan Gerald Sokoy Usai Diserahkan KST

Minggu, 26 September 2021 21:38 Reporter : Muhamad Agil Aliansyah
Polisi Segera Periksa Tenaga Kesehatan Gerald Sokoy Usai Diserahkan KST Dirkrimum Polda Papua Kombes Faizal Rahmadani. Antara

Merdeka.com - Direktur Reskrimum Polda Papua Kombes Faizal Rahmadani mengatakan penyidik telah menjadwalkan pemeriksaan terhadap tenaga kesehatan Gerald Sokoy yang diserahkan Kelompok Separatis Teroris (KST) atau Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) ke Pemda Pegunungan Bintang, Sabtu (25/9).

"Memang kami sudah menjadwalkan untuk meminta keterangan dari yang bersangkutan, Gerald Sokoy dalam minggu-minggu ini. Selain Gerald juga akan meminta keterangan dari empat nakes yang bertugas di Puskesmas Kiwirok yang terluka dan sempat dirawat di RS Marthen Indey, Jayapura," kata Kombes Faizal di Jayapura, Minggu (26/9).

Dia mengatakan, sebelumnya penyidik sudah meminta keterangan dari lima nakes yang tidak dirawat di rumah sakit. Dari pengakuan mereka terungkap beberapa pelaku pembakaran di kenal dan merupakan penduduk Kiwirok.

"Memang benar di antara para pelaku ada beberapa orang di antaranya yang dikenal para nakes," kata Faisal.

Faizal yang juga menjabat Komandan Satgas Penegakan hukum Nemangkawi mengaku untuk memulihkan pengamanan di Kiwirok sudah menambah personel.

Berapa banyak personel yang akan ditambah belum dapat dipastikan, mengingat Minggu pagi (26/9), terjadi kontak tembak yang menewaskan Bhayangkara Dua Muhammad Kurniadi, kata Kombes Faizal.

Sebelumnya Selasa (21/9) Pratu Ida Bagus Putu, anggota Yonif 403/WP, gugur dalam kontak tembak dengan KKB di Kiwirok saat mengamankan lapangan terbang untuk proses evakuasi jenazah tenaga kesehatan Gabriela Meilan.

Seorang tenaga kesehatan yakni Grabiela Meilan meninggal dunia karena terjatuh ke jurang dan dianiaya saat berusaha lari untuk menghindari penganiayaan anggota KKB, sedangkan empat orang lain yang menjadi korban serangan anggota KKB harus menjalani perawatan di Rumah Sakit Marthen Indey di Jayapura.

Keamanan Distrik Kiwirok terganggu sejak Senin (13/9), ketika kelompok kriminal bersenjata (KKB) Ngalum Kupel pimpinan Lamek Taplo terlibat kontak senjata dengan aparat keamanan.

Dalam baku tembak tersebut seorang prajurit terluka, komandan operasi KKB Ngalum Kupel Elly M Bidana tewas, dan dua anggota KKB terluka. Anggota KKB juga dilaporkan membakar fasilitas umum serta menyerang tenaga kesehatan di Kiwirok. [gil]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini