Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Polisi periksa pesantren di Bogor terkait tewasnya bocah terlibat ISIS

Polisi periksa pesantren di Bogor terkait tewasnya bocah terlibat ISIS Hatf Saiful Rasul. ©TELEGRAM/Handout via REUTERS

Merdeka.com - Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Setyo Wasisto mengungkapkan, pihaknya baru mengetahui adanya kabar bocah asal Indonesia yang tewas akibat bergabung dengan militan ISIS di Suriah. Bocah tersebut diketahui bernama Hath Saiful Rasul yang berumur 11 tahun.

Penyelidikan dilakukan oleh Densus 88 Antiteror terhadap pesantren yang berada di Sukajaya, Bogor, yang bernama Pesantren Ibnu Mas'ud. Pesantren tersebut merupakan tempat Hath menimba ilmu agama sebelum memutuskan untuk berangkat ke Suriah.

"Kita baru tahu bahwa itu dari salah satu pesantren di Bogor. Densus lagi melakukan penyelidikan karena dari Ponpes sendiri membantah, mengatakan tidak mendukung ISIS," kata Setyo di Kompleks Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (11/9).

Dia menambahkan, indikasi adanya keterlibatan pesantren itu dengan ISIS lantaran pihaknya mendapat informasi jika mereka juga pernah mengirim beberapa siswa dan pembinanya untuk berangkat ke Suriah. Pesantren itu juga pernah bermasalah ketika pada perayaan hari kemerdekaan RI ke-72 lalu, salah seorang guru di pesantren tersebut terlibat dalam pembakaran bendera atau umbul-umbul merah putih.

"Ada beberapa siswa dan pembinanya kan yang berangkat. Nanti kita dalami. pesantren itu juga kan juga beberapa waktu lalu gurunya melakukan pembakaran umbul-umbul merah putih. Nanti didalami," tandasnya.

(mdk/bal)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP