Aparat kepolisian baru-baru ini berhasil melumpuhkan seorang anggota Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di jalur trans Nabire–Paniai, Kabupaten Dogiyai, Papua Tengah. Insiden ini terjadi saat kelompok tersebut menyerang kendaraan yang melintas di wilayah itu pada Minggu, 10 Mei. Kejadian ini menambah daftar panjang gangguan keamanan di daerah rawan konflik tersebut, menunjukkan tantangan yang terus-menerus dihadapi aparat.
Penindakan tegas ini dilakukan setelah aparat menerima laporan dari masyarakat terkait gangguan keamanan terhadap warga yang melintas di ruas jalan. Kapolda Papua Tengah, Brigjen Pol Jermias Rontini, membenarkan kejadian tersebut dan menyatakan bahwa anggota telah melakukan pengamanan di lokasi. Respons cepat aparat ini krusial dalam menjaga stabilitas keamanan dan melindungi warga sipil dari ancaman.
Dalam insiden tersebut, seorang sopir berinisial AP mengalami luka-luka dan segera dilarikan ke rumah sakit Moenamani, Dogiyai, untuk mendapatkan perawatan medis. Aparat kepolisian, dibantu BKO Brimob, langsung bergerak ke lokasi kejadian dan terlibat kontak tembak dengan KKB. Tindakan tegas dan terukur diambil untuk menghentikan aksi kekerasan dan mengamankan area dari ancaman lebih lanjut.
Advertisement
Advertisement
Respons Cepat Aparat dan Kontak Tembak
Brigjen Pol Jermias Rontini menjelaskan bahwa setelah laporan diterima, tim gabungan kepolisian dan BKO Brimob segera menuju lokasi penyerangan untuk melakukan penyisiran. Kedatangan aparat disambut perlawanan sengit dari anggota KKB, memicu terjadinya kontak tembak yang intens. Situasi tegang ini memerlukan tindakan cepat dan terkoordinasi untuk mengamankan area dan melindungi masyarakat.
Akibat perlawanan tersebut, aparat mengambil tindakan tegas dan terukur yang berujung pada tewasnya satu anggota KKB. Kapolda menegaskan bahwa tindakan di lapangan berhasil melumpuhkan satu anggota kelompok bersenjata tersebut, menunjukkan profesionalisme aparat. Keberhasilan ini menjadi bukti kesigapan aparat dalam menghadapi ancaman keamanan yang membahayakan warga sipil.
Dari hasil penyisiran pasca-kontak tembak, aparat berhasil mengamankan sejumlah barang bukti penting dari lokasi kejadian. Barang bukti tersebut meliputi satu pucuk senjata api rakitan kaliber 5,56 mm beserta amunisi, senjata tajam, serta barang lain yang diduga kuat milik kelompok tersebut. Penemuan ini memperkuat bukti keterlibatan KKB dalam insiden penyerangan yang meresahkan masyarakat.
Advertisement
Advertisement
Identifikasi Anggota KKB dan Penyelidikan Lanjutan
Pelaksana Tugas (Plt) Kapolres Dogiyai, AKBP Denis Arya Putra, menambahkan bahwa gangguan keamanan yang terjadi meliputi aksi penembakan terhadap kendaraan warga sipil serta perusakan mobil oleh anggota KKB. Personel BKO Brimob Resimen III yang sedang melaksanakan patroli rutin langsung bergerak ke lokasi untuk melakukan penyisiran. Area penyisiran difokuskan di wilayah Kali Kasuari dan Kampung Idadagi di Dogiyai untuk memastikan keamanan.
Dalam kontak tembak yang terjadi, aparat berhasil melumpuhkan seorang individu bernama Napison Tebai. Napison Tebai diidentifikasi sebagai anggota TPNPB-OPM Kodap XI Odiyai Dogiyai Batalyon 03 Degeianouda, sebuah kelompok yang kerap melakukan aksi kekerasan di wilayah tersebut. Identifikasi ini memberikan kejelasan mengenai pelaku di balik serangan dan membantu upaya penegakan hukum.
Pihak kepolisian saat ini masih terus melakukan pendalaman intensif untuk memastikan keterlibatan jaringan kelompok bersenjata dalam rangkaian aksi tersebut. Penyelidikan ini bertujuan untuk mengungkap lebih jauh struktur dan operasi KKB di wilayah Dogiyai, serta mencari pelaku lainnya yang mungkin terlibat. Aparat berkomitmen untuk menindak tegas setiap pelaku kejahatan guna menciptakan rasa aman bagi masyarakat Papua Tengah.
Advertisement
Sumber: AntaraNews