Polisi gagalkan penjualan 4 kucing langka

Jumat, 14 September 2018 23:15 Reporter : Saud Rosadi
Polisi gagalkan penjualan 4 kucing langka Penjualan satwa kucing hutan di Mempawah. ©Polda Kalbar

Merdeka.com - Tim Subdit IV Ditreskrimsus Polda Kalimantan Barat menggagalkan penjualan 4 ekor satwa langka kucing hutan (Prionsilurus Bengalensis) di Kabupaten Mempawah. Pemilik satwa YS (36) ditetapkan jadi tersangka.

Pelaku diamankan di tokonya, Desa Peniti Luar, Segedong, Mempawah, setelah tim Polda Kalbar mendatanginya pada Kamis (13/9) siang.

"Tim Ditreskrimsus mendatangi ke toko jam 11 kemarin. Kemudian, melakukan pengecekan dan pemeriksaan di toko itu," kata Kapolda Kalimantan Barat, Irjen Pol Didi Haryono, dalam keterangan tertulis, Jumat (14/9).

YS diduga melakukan penjualan berbagai jenis burung, dan kucing hutan. Dari pemeriksaan, diamankan 4 ekor hewan kucing hutan yang dilindungi Undang-undang, sebagai barang bukti.

"Satwa kucing hutan itu disimpan di dalam kurungan, depan toko, yang rencananya akan dijual kembali, bagi yang berminat membeli," jelas Didi.

"YS membeli kucing hutan atau kuwuk ini dari masyarakat, seharga Rp 30.000 per ekor, dan dijual kembali seharga Rp 200.000. YS dan 4 ekor kucing itu kita amankan dan bawa ke Mapolda Kalbar, untuk proses lebih lanjut," tambahnya.

Didi merinci, 4 ekor kucing hutan itu, terdiri dari 2 ekor kucing jantan, dan 2 ekor kucing betina, serta 2 buah kandang kucing. Barang bukti 4 ekor kucing, kami titipkan di kantor BKSDA Kalbar wilayah VIII Pontianak, untuk dirawat selama proses sidik," terang Didi.

Pelaku YS dijerat dengan pasal 40 ayat (2) Jo Pasal 21 ayat (2) huruf a Undang-Undang No 5/1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya. [fik]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini