Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Polisi duga pembunuhan petani di Sumsel dilatarbelakangi dendam

Polisi duga pembunuhan petani di Sumsel dilatarbelakangi dendam Ilustrasi mayat. ©2014 Merdeka.com

Merdeka.com - Pihak kepolisian hingga kini belum menemui titik terang terkait kematian Suharto (45), petani asal Empat Lawang, Sumatera Selatan, yang ditemukan tewas usai mengantar anaknya ke sekolah. Kepolisian masih menyelidiki penyebab kematian Suharto dengan memintai keterangan dari pihak keluarga.

"Olah TKP harus didalami betul, jangan sampai ada yang terlewat. Jadi salah satu atensi buat Polres Empat Lawang," kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Sumsel Kombes Pol DTM Silitonga, Kamis (6/10).

Dia mengatakan, dari dugaan sementara korban tewas lantaran dibunuh. Sebab, tak satu pun barang berharga milik korban termasuk sepeda motor yang dikendarainya hilang.

"Kayaknya bukan korban gerandong atau dibegal, itu murni pembunuhan," ujar dia.

Namun untuk mendalami lebih lanjut, penyidik mengalami kesulitan karena pihak keluarga masih berduka sehingga belum bersedia dimintai keterangan. Penyidik masih memerlukan beberapa hari ke depan hingga situasi kembali normal.

"Dugaannya dibunuh karena ada unsur dendam atau sebuah perselisihan. Ini kita minta keterangan keluarga dulu, apa ada cerita lain," tukasnya.

Diberitakan sebelumnya, warga Desa Martapura, Kecamatan Sikap Dalam, Empat Lawang, Sumsel, digegerkan dengan penemuan mayat laki-laki dengan luka mengenaskan dan masih berlumuran darah segar. Diduga, korban yang diketahui bernama Suharto (45) tewas akibat pembunuhan.

Mayat tersebut pertama kali ditemukan oleh dua warga setempat saat melintas di jalan desa, Rabu (5/10) sekitar pukul 07.30 WIB. Korban yang berprofesi sebagai petani itu terkapar di tengah jalan dengan mengenaskan.

Selanjutnya, polisi membawa jasad korban ke rumah sakit terdekat untuk keperluan visum. Kematian korban diduga akibat sabetan senjata tajam. Namun, pihaknya belum bisa memastikan motif pembunuhan.

Dari keterangan pihak keluarga, korban mengantarkan anaknya ke sekolah menggunakan sepeda motor satu jam sebelum kejadian. Hal itu biasa dilakukan korban setiap harinya.

(mdk/gil)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP