Polisi duga kuat Ismail bunuh diri dengan kawat jemuran
Merdeka.com - Kapolres Jakarta Barat Kombes Pol Hengki Haryadi menyatakan Ismail (30) diduga kuat tewas karena bunuh diri. Hal ini berdasarkan keterangan para saksi juga hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) yang menyebutkan tidak ada barang pribadi korban yang hilang.
"Ya jelas itu dalam keadaan terkunci, rumahnya rapat-rapat. Jadi ada kemungkinan memang dugaan kuat bunuh diri. Enggak ada (barang hilang), itu dikunci dari dalam," ujarnya saat ditemui di Mapolda Metro Jaya, Rabu (20/12).
Menurutnya, dari keterangan dokter forensik, dugaan kuat bunuh diri. "Karena ini (kawat) di atas. Kalau dia dibunuh ikatannya lebih dari satu," katanya.
Meski demikian, polisi masih melanjutkan penyelidikan. Polisi bakal tetap mencari kemungkinan lain.
"Kita cari kemungkinan lain (dibunuh atau bunuh diri) tetap kami lidik," ujarnya.
Sebelumnya, warga Komplek Rasa Sayang, Grogol, Pertambahan, Jakarta Barat geger atas adanya penemuan mayat pria bernama Ismail (30) di dalam kontrakannya. Mayat itu ditemukan pada Senin (18/12) kemarin sore.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan, korban pertama kali ditemukan dalam kondisi leher terlilit kabel oleh warga. Diduga, korban nekat mengakhiri hidupnya dengan cara bunuh diri.
"Ditemukan adanya jeratan kawat gantungan baju pada leher korban, diduga korban meninggal dunia karena gantung diri," ujar Argo, Selasa (19/12).
Mayat Ismail saat itu mengenakan sweater panjang warna merah dalam posisi sudah tertelungkup.
"Korban langsung dibawa ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo untuk dilakukan visum," kata Argo.
(mdk/dan)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya