Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Polisi diminta usut insiden penolakan Wasekjen MUI di Sintang

Polisi diminta usut insiden penolakan Wasekjen MUI di Sintang MUI dan FPI Dihadang Warga Dayak. ©2017 youtube/Ultraman

Merdeka.com - Polda Kalimantan Barat diminta segera menangkap pelaku pengadangan dan penolakan sekelompok etnis tertentu di Bandara Susilo, Sintang, terhadap kedatangan Wasekjen MUI Tengku Zulkarnain, Kamis (12/1) pagi kemarin. Tuntutan itu disampaikan Aliansi Umat Islam Pontianak, saat menggelar aksi unjukrasa, usai salat Jumat tadi, Jumat (13/1).

Ribuan orang turun ke jalan menyusuri ruas jalan dalam kota Pontianak, melakukan konvoi dalam pengawalan ketat kepolisian, mengarah ke markas Polda Kalimantan Barat, di Jalan Ahmad Yani Nomor 01, Pontianak.

Perwakilan massa, diterima langsung Kapolda Kalimantan Barat Irjen Pol Musyafak didampingi pejabat Polda, di ruang pertemuan Polda Kalimantan Barat. Perwakilan massa, di antaranya ustad Syahrani, mengutarakan maksud kedatangannya, meminta kepolisian bersikap tegas, menangkap pelaku penghadangan Wasekjen MUI Tengku Zulkarnain.

"Agar kepolisian tegas, segera menangkap pelakunya," kata Syahrani, dalam pertemuan itu.

Dalam pertemuan itu, juga terungkap tuntutan bahwa kepolisian harus menetapkan tersangka pelaku penghadangan, dalam waktu sepekan kedepan. Apalagi, bukti visual sudah dikantongi kepolisian, sebagai bahan awal penyelidikan.

Menanggapi itu, Irjen Pol Musyafak meminta agar perwakilan yang hadir saat itu, tidak membatasi waktu penyelidikan yang dilakukan kepolisian

"Biarkan proses penyelidikan berjalan, jangan ditekan-tekan. Kami pelajari bukti video yang ada saat ini," ujar Musyafak, dalam kesempatan itu.

Usai menyampaikan aspirasinya di Polda Kalimantan Barat, massa pun berangsur membubarkan diri dengan tertib.

(mdk/gil)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP