Polisi diminta tak tebang pilih tuntaskan kasus kematian siswa SD

Rabu, 9 Agustus 2017 12:48 Reporter : Muhammad Sholeh
Polisi diminta tak tebang pilih tuntaskan kasus kematian siswa SD Ilustrasi Mayat. ©2015 Merdeka.com/Angeline Agustine

Merdeka.com - Keluarga pelajar SDN Longkewang, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat yang tewas diduga akibat berkelahi dengan rekannya meminta polisi mengusut tuntas kasus kematian SR (8) di sekolahnya pada Selasa, (8/8). Keluarga korban minta polisi tak tebang pilih.

"Kasus ini harus diungkap dan tidak ada tebang pilih dalam proses hukumnya karena menyangkut nyawa adik saya," kata kakak korban Abdul Rohim di SDN Longkewang, Desa Hegarmanah, Kecamatan Cicantayan, seperti dilansir Antara, Rabu (9/8).

Menurutnya, pihak keluarga sudah terbuka apakah kasus ini akan tetap dibawa ke ranah hukum atau diselesaikan secara kekeluargaan. Namun pihaknya tetap terduga pelaku yang berkelahi dengan almarhum adiknya harus tetap diproses secara hukum untuk dibina.

Ia pun menyesalkan terjadinya kasus ini di lingkungan sekolah, seharusnya sekolah menjadi tempat yang aman bagi adiknya yang tengah menimba ilmu tersebut. Pihaknya juga meminta kepada polisi agar secepatnya menyelesaikan kasus yang menewaskan adiknya itu.

"Keluarga terduga pelaku harus bertanggung jawab, karena akibat kejadian Selasa, (8/8) adik saya meninggal dunia secara tidak wajar," tambahnya.

SR (8) tewas diduga akibat berkelahi dengan rekannya sendiri berinisial DR. "Kami masih melakukan penyelidikan dan mengautopsi jenazah korban yang bersekolah di wilayah Desa Hegarmanah, Kecamatan Cicantayan," kata Kapolres Sukabumi AKBP M Syahduddi di Sukabumi, Selasa (8/8).

Informasi yang dihimpun, kejadian ini terungkap saat wali kelas II SDN Lengkoweng Ruhiyat berpapasan dengan DR yang tengah menangis hendak menuju ke ruang kelasnya. Saat ditanya dirinya baru saja berkelahi dengan SR di halaman sekolah dan mengaku bahwa rekannya tersebut sempat pingsan.

Dia yang menerima informasi tersebut bergegas ke halaman sekolah dan membawa SR ke ruang unit kesehatan sekolah (UKS). Karena tidak kunjung siuman, pihak sekolah pun langsung membawanya ke Puskesmas Cicantayan dan memberi kabar orangtua SR.

Namun ternyata dari hasil pemeriksaan medis pihak Puskesmas, pelajar kelas II ini sudah meninggal dunia. Keluarga korban pun langsung membawa pulang ke rumahnya untuk dikebumikan. [msh]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini