Kepolisian Resor Kota Besar Semarang bersama Polsek Semarang Timur sedang gencar melakukan penyelidikan terhadap kasus penjambretan dengan kekerasan yang terjadi di Jalan Halmahera. Insiden tragis ini menimpa dua wanita pada Minggu (5/4) lalu, menyebabkan salah satu korban mengalami luka serius di bagian wajah. Peristiwa ini menambah daftar panjang kasus kejahatan jalanan yang meresahkan warga ibu kota Jawa Tengah.
Korban berinisial ACH (31) dan YH (30) menjadi sasaran empuk dua pelaku yang berboncengan sepeda motor saat keduanya hendak berangkat beribadah ke gereja. Aksi kejahatan ini terjadi secara tiba-tiba di depan rumah YH, menunjukkan keberanian pelaku dalam melancarkan aksinya di siang bolong. Petugas kepolisian kini tengah mengumpulkan bukti dan keterangan saksi guna mengungkap identitas para pelaku.
Kapolsek Semarang Timur Iptu Andy Susanto menjelaskan bahwa modus operandi pelaku adalah dengan memepet sepeda motor korban dan memaksa menyerahkan dompet serta telepon seluler. Namun, perlawanan dari korban YH justru berujung pada kekerasan fisik, di mana pelaku menggunakan senjata tajam untuk melukai korban. Kejadian ini menjadi perhatian serius aparat keamanan untuk memberantas aksi kriminalitas di wilayahnya.
Advertisement
Advertisement
Insiden penjambretan sadis ini bermula ketika ACH menjemput temannya, YH, di kediamannya di Jalan Halmahera, Semarang. Keduanya berencana pergi beribadah ke gereja menggunakan sepeda motor. Saat tiba di depan rumah YH, dua orang tak dikenal yang berboncengan sepeda motor langsung memepet kendaraan korban.
Pelaku dengan cepat mengancam ACH dan YH, memaksa mereka untuk menyerahkan barang berharga seperti dompet dan telepon seluler. Namun, YH yang menyadari ancaman tersebut, secara spontan berupaya menolong temannya dan memberikan perlawanan. Aksi heroik YH ini sayangnya disambut dengan tindakan brutal dari para pelaku.
Salah satu pelaku ternyata membawa senjata tajam dan tidak segan-segan menggunakannya untuk menyerang korban yang melawan. Akibat sabetan senjata tajam tersebut, YH mengalami luka di bagian wajah. Setelah melukai korban, kedua pelaku penjambretan sadis itu segera melarikan diri meninggalkan lokasi kejadian.
Advertisement
Advertisement
Setelah insiden penjambretan sadis ini, korban YH segera mendapatkan perawatan medis di puskesmas terdekat untuk mengobati luka di wajahnya. Setelah kondisi YH membaik, kedua korban kemudian melaporkan kejadian yang menimpa mereka kepada pihak kepolisian. Laporan ini menjadi dasar bagi aparat untuk memulai penyelidikan mendalam.
Iptu Andy Susanto menegaskan bahwa petugas kepolisian telah menerima laporan dan segera melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) di Jalan Halmahera. Langkah ini penting untuk mengumpulkan barang bukti dan petunjuk yang dapat mengarah pada identifikasi pelaku penjambretan. Penyelidikan ini didukung penuh oleh Polrestabes Semarang.
Kepolisian berkomitmen penuh untuk mengungkap kasus penjambretan sadis ini dan menangkap para pelakunya secepat mungkin. Pihak berwenang mengimbau masyarakat untuk selalu berhati-hati dan meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kejahatan jalanan. Informasi dari masyarakat juga sangat diharapkan untuk membantu proses penyelidikan.
Advertisement
Sumber: AntaraNews