Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Polisi buka posko crisis center korban First Travel di Sidoarjo

Polisi buka posko crisis center korban First Travel di Sidoarjo Bos First Travel. ©2017 Merdeka.com/imam buhori

Merdeka.com - Polresta Sidoarjo membuka posko crisis center korban penipuan biro jasa haji dan umrah First Travel asal Sidoarjo, Jawa Timur. Langkah itu diambil usai Polresta Sidoarjo menerima aduan sembilan orang perwakilan korban First Travel.

"Kami akan menindaklanjuti laporan terkait korban agen perjalanan umrah dan haji PT. First Travel cabang Sidoarjo," kata Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol Himawan Baju Aji dengan didampingi Waka Polresta Sidoarjo AKBP Pasma Royce, ketika menemui korban First Travel di ruangannya, Selasa (29/8).

Selain akan menindak lanjuti laporan tersebut, pihaknya juga akan membuka crisis centre bagi korban PT. First Travel. Tujuannya, untuk mengumpulkan data-data terkait berapa banyak calon jemaah yang sudah menjadi korban First Travel.

"Kira-kira siapa dan berapa banyak CJH yang menjadi korban. Pokoknya dalam waktu dekat kami akan buka crisis centre," kata pamen melati tiga di pundak itu.

Polisi kini mengambil langkah awal untuk melakukan pendataan terhadap para korban. Selanjutnya akan memintai keterangan para pihak untuk menganalisa unsur tindak pidana yang dilakukan PT. First travel terhadap korbannya.

"Langkah awal kami akan meminta keterangan dari agen perjalanan umroh first travel dan para korban, selanjutkan akan kami lakukan penyelidikan," katanya.

Ketika disinggung apakah nantinya proses penyelidikan akan dilimpahkan ke Mapolda atau Mabes Polri? Himawan mengaku masih melakukan analisa lebih dahulu terkait kasus tersebut.

"Kita lihat dulu hasil nanti hasil analisanya, kalau memang terpaksa harus dilimpahkan akan kami limpahkan," ujarnya.

Sejauh ini, warga Sidoarjo yang menggunakan jasa perjalanan umrah dan haji PT. First Travel cabang Sidoarjo cukup banyak. Diketahui sekitar 2.502 jumlah calon jemaah umrah yang gagal berangkat, padahal pembayaran sudah dilunasi.

"Pokoknya kami berharap agar proses ini segera ditindak lanjuti, kami ingin uang para jemaah dikembalikan. Kami sangat kecewa sama pihak First travel yang hanya janji-janji saja, kapan kita mau diberangkatkan," kata salah satu orang perwakilan yang enggan menyebutkan namanya usai mengadu ke Kapolresta Sidoarjo.

(mdk/gil)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP