Polisi Bongkar Prostitusi ABG di Solo

Kamis, 11 Maret 2021 02:31 Reporter : Arie Sunaryo
Polisi Bongkar Prostitusi ABG di Solo borgol. shutterstock

Merdeka.com - Polresta Surakarta membongkar praktik bisnis prostitusi online di Solo. Seorang mucikari berinisial L (33), warga Jebres Solo ditetapkan sebagai tersangka. Dalam beraksi, L dibantu WES (21) warga Jakarta Selatan dan DAH (20) warga Solo yang juga menjadi tersangka.

Kapolresta Surakarta, Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak mengatakan, ada 3 anak di bawah umur yang menjadi korban, atau ditawarkan ke pelanggan. L menawarkan para ABG (anak baru gede) ke pelanggan dengan menyertakan foto diri.

“Ketiga korban yang ditawarkan masih di bawah umur. Masing-masing berinisial ND (15), D (16) dan R (16). Tarifnya masing-masing Rp 500 ribu,” katanya di Solo, Rabu (10/3).

“Setelah foto disampaikan oleh L kepada pelanggannya dan terjadi transaksi seperti itu, kemudian tersangka L menyuruh dua rekan lainnya untuk mengantarkan anak yang masih di bawah umur ini yang dieksploitasi secara seksual ke pelanggannya di salah satu hotel di Gilingan,” imbuhnya.

Dia mengungkapkan, transaksi antara L dengan pelanggan dilakukan setelah aksi kencan selesai dilakukan. L akan mendapatkan upah Rp200 ribu, setelah para korban mendapatkan bayaran masing-masing Rp 300 ribu.

“Dalam setiap transaksi tersebut, tersangka L ini akan menerima bagian Rp200 ribu, dan untuk para korbannya diberikan uang senilai Rp 300 ribu,” katanya.

Berdasarkan hasil pengembangan penyidikan unit PPA Satreskrim Polresta Surakarta sudah dilakukan berulangkali. Untuk korban ND sudah 7 dicarikan pelanggan, D 3 kali dan R dua kali.

Berbeda dengan tuduhan polisi, tersangka L menolak jika disebut mengeksploitasi ketiga ABG tersebut. Yang dilakukan justru membantu ketiganya mencari pelanggan.

“Saya kan cuma dimintain tolong pak, dari rasa iba juga. Ini saya lakukan karena tuntutan ekonomi,” katanya.

L mengaku sudah melakukan aksinya selama 2 pekan belakangan. L juga mengaku hanya mencarikan langganan untuk dua orang ABG itu. Sedangkan satunya, menurutnya sudah berhenti.

“Mereka itu teman main saya. Kenal pas mereka main di kost. Saya dapat uangnya dari yang open OB, jadi bukan saya yang membagi,” jelasnya.

Kasus prostitusi online anak di bawah umur dibongkar oleh Tim Cyber Polresta Surakarta. Selain L (33), sebagai mucikari, polisi juga mengamankan WES (21) warga Jakarta Selatan dan DAH (20) warga Karanganyar yang berperan sebagai pengantar korban kepada pelanggan.

“Dari patroli tim cyber tersebut ditemukan adanya indikasi transmisi seseorang yang mentransmisikan informasi elektronik yang mengandung unsur kesusilaan,” ujar Ade, saat konferensi pers, Rabu (10/3).

Berdasarkan informasi tersebut, pihaknya segera melakukan penyelidikan terhadap akun Facebook Kunthull Bae milik tersangka L. Dalam percakapan di media tersebut tersangka menawarkan korban kepada orang yang mencari open BO. Tersangka juga menyertakan nomor WhatsApp miliknya untuk melakukan komunikasi jika pelanggan tertarik.

“Kalau ada yang tertarik maka akan menghubungi tersangka L ini. Setelah terjadi pembicaraan kemudian pencari open BO akan dikirim foto. Ketiga korban yang ditawarkan masing-masing ND (15), D (16) dan R (16). Tarifnya masing-masing Rp 500 ribu,” tutupnya. [fik]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini