Polisi Bekuk 5 Pengedar 80 Kg Ganja, 2 Orang Mahasiswa Aktif

Senin, 29 Juli 2019 17:25 Reporter : Nur Habibie
Polisi Bekuk 5 Pengedar 80 Kg Ganja, 2 Orang Mahasiswa Aktif Dua mahasiswa bandar ganjar diringkus. ©2019 Liputan6.com

Merdeka.com - Polisi menangkap lima orang tersangka terkait kasus narkoba jenis ganja yakni TBW (23), PH (21) HK (27) AT (27) serta FF (31). Kedua tersangka atas nama inisial TBW dan PH diketahui masih berstatus sebagai mahasiswa salah satu perguruan tinggi swasta di jalan Taman Malaka Selatan RT 08, RW 06, Pondok Kelapa, Duren Sawit, Jakarta Timur.

Saat menangkap TBW dan PU, polisi menyita 11 kilogram ganja yang disembunyikan di lingkungan kampusnya. Lalu, polisi menyita sekilo lebih ganja saat menciduk tiga orang lain di jalan Cipta Utara Blok G, RT 07, RW 11, Bintara, Bekasi Barat, Bekasi.

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat, AKBP Erick Frendriz mengatakan, puluhan kilogram ganja itu diduga sudah diedarkan ke sejumlah kampus Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta di Jakarta. Dimana sejumlah mahasiswa yang jadi pengedar dan pengecer.

"Total semuanya ada 80 kilogram ganja yang turun, 12 kilo sudah kami amankan, sisanya sudah beredar," kata Erick saat dikonfirmasi, Senin (29/7).

Ia menyebut, dari 80 kilogram ganja tersebut, 39 kilogram itu sudah tersebar di Perguruan Tinggi di Jakarta Barat dan 19 kilogram di dua kampus di kawasan Jakarta Selatan, dan sisanya tersebar di kampus lain seperti di Jakarta Timur.

"Saat ini pengecer dan pengedar di lingkungan kampus masih kami buru. Sejumlah nama kami kantongi dan kami akan tindak," sebutnya.

Untuk melakukan penggerebekan di dalam kampus, pihaknya melakukan koordinasi dengan pihak rektorat. Karena, jika tak melakukan koordinasi tak akan mudah melakukan penggrebekan.

"Parahnya mereka tak ada rasa takut memakai ganja di taman di Kampus. Yang pasti ada di lingkungan kampus. Tak etis menyebutkan dimana tempatnya, apalagi nama kampusnya," ujarnya.

Erick menjelaskan, transaksi jual-beli narkoba di dalam kampus bisa dibilang tertutup. Karena, transaksi barang haram tersebut hanya mau dilakukan di dalam kampus.

"Ini tak berlaku hanya pada mahasiswa, tapi masyarakat umum yang mau membeli juga bisa. Asalkan ikuti aturan pelaku," jelasnya. [rhm]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini