Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Polisi bantah putri PB XIII terkurung di dalam keraton

Polisi bantah putri PB XIII terkurung di dalam keraton Keraton Surakarta. ©2016 merdeka.com/arie sunaryo

Merdeka.com - Munculnya kabar yang menyebutkan Putri Raja Pakubuwono (PB) XIII, GKR Timoer Rumbai Kusuma Dewayani terkurung dan terisolasi di dalam Keputren, Keraton Kasunanan Surakarta, dibantah Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Djarod Padakova.

Djarod mengatakan, keinginan untuk tetap tinggal di Keputren merupakan kemauan dari Rumbai. Padahal pada Sabtu (15/4) lalu, tim gabungan Polda Jawa Tengah dan Polresta Surakarta telah meminta kubu Lembaga Dewan Adat termasuk Rumbai agar mengosongkan keraton. Hal tersebut sebagai persiapan acara Tingalan Dalem Jumenengan, 22 April hari ini. Meski seluruh kerabat telah meninggalkan keraton, namun Rumbai tak bergeming.

Pihaknya telah membantu dan melayani Rumbai dengan baik. Bahkan dia telah menugaskan Kapolsek Jebres Kompol Juliana untuk menjaga dan memberikan pelayanan kepada Rumbai selama di dalam keraton. Termasuk jika Rumbai ingin keluar bertemu anaknya.

"Kita sudah tugaskan Kompol Juliana untuk menjaga dan memberikan pelayanan kepada Gusti Rumbai. Kita selalu medampingi untuk menjaga keamanannya, mau makan apa, beli apa, kita berikan, termasuk kalau ingin keluar bertemu anaknya," ujar Djarod, saat dihubungi, Jumat (22/4) malam.

Dihubungi terpisah, GKR Timoer Rumbai Kusuma Dewayani mengaku selama sepekan terkurung di dalam keraton. Dia tidak mau pergi karena merasa keraton adalah tempat tinggalnya.

"Saya tidak mau keluar, wong tinggal saya di sini. Kalau keluar, saya nanti enggak bisa masuk lagi, kayak gusti-gusti yang lain (Lembaga Dewan Adat). Terus nanti barang-barang saya bagaimana," kilahnya.

Rumbai mengaku selama sepekan ini terkurung karena pintu Keputren dikunci dari luar dan dijaga oleh polisi. Di dalam Keputren, Rumbai mengaku tinggal bersama 10 orang kerabat dan abdi dalem. Untuk tetap bertahan hidup, dia bersama kerabat lainnya memasak bahan makanan yang masih tersisa di Keputren.

Rumbai menceritakan, sebagai orang rumah tangga dia sudah terbiasa berbelanja bahan makanan untuk sebulan ke depan. Kendati demikian, dia tak menampik mulai Selasa (18/4) lalu, polisi yang berjaga memberikan nasi kardus.

"Saya tidak bisa beraktivitas, anak saya sakit. Dua hari ini demam tinggi, tapi sudah dibawa ke RS dr Oen. Tapi saya enggak bisa ketemu, hanya bisa telepon," keluhnya.

GKR Timoer Rumbai Kusuma Dewayani adalah salah satu Putri Raja Pakubuwono (PB) XIII Hangabehi. Meski putri raja, namun Rumbai berseberangan dengan ayahnya. Dia memilih bergabung dengan bibinya GRAY Koes Murtiyah Wandansari alias Gusti Moeng di Lembaga Dewan Adat.

Bulan lalu dia bersama kerabat lainnya bahkan menggugat ayahnya ke Pengadilan Negeri Solo sebesar Rp 2,1 miliar. PB XIII digugat karena dianggap melakukan kesalahan telah membentukan Tim Lima atau Satgas Panca Narendra.

(mdk/dan)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP