Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Polisi Amankan Remaja Wanita Pembuat Video Covid-19 Hoaks, Orangtua Minta Maaf

Polisi Amankan Remaja Wanita Pembuat Video Covid-19 Hoaks, Orangtua Minta Maaf Virus Corona. ©2020 Merdeka.com

Merdeka.com - Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Nusa Tenggara Timur mengamankan seorang gadis remaja membuat konten video ujaran kebencian, terhadap tenaga medis dan pemerintah tentang penanganan virus Covid-19, Minggu (31/1) petang.

Gadis kelas sembilan salah satu Sekolah Menengah Pertama Negeri di Kota Kupang ini berinisial G. Dua video yang dibuat itu kemudian dengan cepat beredar luas di facebook dan grup-grup WhatsApp warga Kupang.

GSDS diamankan oleh Panit 1 Unit 3 Subdit V Siber Ditreskrimsus Polda Nusa Tenggara Timur di rumahnya, lalu dibawa untuk dimintai keterangan terkait motifnya membuat konten video ujaran kebencian tersebut.

"Dia mengakui bahwa kedua video tersebut dia sendiri yang buat pada hari ini sekitar pukul 06.30 Wita, di ruangan ADL (Aktivitas Dalling Liffing), UPTD Kesejahteraan Sosial Tuna Netra dan Karya Wanita, Dinas Sosial Provinsi Nusa Tenggara Timur. Namun Ia mengaku tidak pernah menyebarkan vidio tersebut," Jelas Kabid Humas Kombes Pol Rishian Krisna Budhiaswanto.

Menurutnya, motif pelaku membuat video itu karena melihat dalam status WhatsApp temannya terdapat video seorang pasien RSUD Naibonat meninggal dunia diduga terpapar covid-19. Namun dalam ruangan isolasi tersebut terdapat dua orang pasien yang satunya masih hidup.

"Pelaku membuatkan enam video terkait Covid-19, namun yang viral dua video, yaitu video yang mengatakan Covid-19 adalah hoaks. Video kedua yang dibuat yaitu ajakan cegah Covid-19 dengan membakar masker dan membuang handsanitiser serta air cuci tangan. Pelaku mengaku tidak mengetahui siapa yang menyebarluaskan video-video tersebut," ungkap Krisna.

Atas perbuatannya, GSDS dijerat Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Sementara itu ayah pelaku menyesali perbuatan anaknya. Menurut F, anaknya sudah lama mengalami sakit sehingga ia meminta maaf kepada seluruh masyarakat, tenaga medis dan pemerintah Nusa Tenggara Timur, yang merasa dirugikan dengan video yang dibuat anaknya itu.

"Awal video itu beredar, saya panggil dia dan tanya karena ini sudah masalah, saya sebagai orangtua beli handphone untuk dia pakai belajar, karena mereka belajar online tapi jadinya seperti ini," tuturnya.

"Saya sangat menyesal sekali dengan perbuatan anak saya ini, saya sebagai orangtua saya minta maaf kepada masyarakat, tenaga medis dan pemerintah Indonesia khusus Nusa Tenggara Timur. Anak saya sakit sudah lama, bapak Kapolda saya minta maaf semoga bisa dipertimbangkan," pinta F.

(mdk/did)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP