Polisi akan usut kasus Rizieq soal ucapan palu arit di uang rupiah

Reporter : Ronald | Rabu, 11 Januari 2017 18:28
Polisi akan usut kasus Rizieq soal ucapan palu arit di uang rupiah
Kapolda Metro Jaya Irjen Mochammad Iriawan. ©2016 merdeka.com/yayu

Merdeka.com - Kapolda Metro Jaya Irjen Pol M. Iriawan membantah pernyataan pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Muhammad Rizieq Shihab yang mengatakan ada logo palu arit dicetakan uang rupiah baru. Pasalnya, pihak Bank Indonesia (BI) telah memberikan penjelasan tentang sistem yang digunakan dalam cetakan uang kertas yang memiliki dua sisi berbeda bila diterawang.

Pergi.com bagi-bagi voucher tiket pesawat Rp 100,000"Sudah dijelaskan. Jadi ada laporan baru berkaitan dengan penyebutan mata uang baru berlambang palu arit. Padahal BI sudah menyampaikan ada sistem baru pengamanan hologram di uang baru. Namanya rectoverso. Jadi dua mata sisi itu berbeda tapi apabila diterawang ada lambang BI," kata Iriawan di Polda Metro Jaya, Rabu (11/1).

Video ceramah pentolan FPI itu muncul di media sosial, sehingga memancing masyarakat untuk melapor. Iriawan menegaskan, dalam laporan tersebut pihaknya pun telah mendalami kasus Rizieq terkait dugaan penyebaran berita bohong dan kebencian berbau SARA.

"Tapi karena ada masyarakat lapor tentu polisi harus menanganinya dengan melakukan penyelidikan," tegasnya.

Lebih lanjut Iriawan menegaskan, kalau pihaknya akan memintai pendapat ahli sebelum menentukan status Rizieq dalam gelar perkara.

"Kalau pelaporan kita kenakan pasal 28 ayat 1 ITE itu ujaran kebencian dan kebohongan. Tapi nanti kita melengkapi bukti itu. Tentu kita melakukan gelar perkara. Itu domainnya saksi ahli," pungkasnya.

Atas hal tersebut, Rizieq disangkakan melanggar Pasal 28 ayat 2 Jo Pasal 45 ayat 2 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2016 atas Perubahan UU Nomor 11 Tahun 2008 Tentang ITE.

[msh]

Rekomendasi Pilihan


Komentar Anda



BE SMART, READ MORE