Polisi akan damaikan Bonek dengan warga Solo
Merdeka.com - Kapolresta Surakarta Kombes Pol Ribut Haribowo berjanji akan mendamaikan kelompok suporter Persebaya Surabaya dan warga Solo yang bentrok, Sabtu (14/4) lalu. Ia mengaku sudah melakukan koordinasi dengan Kapolrestabes Surabaya untuk keperluan tersebut.
Pernyataan Ribut disampaikan usai menggelar konferensi pers terkait penangkapan pelaku pengeroyokan yang menewaskan anggota Bonek, di Solo. Selain Kapolrestabes Surabaya, Ribut mengaku rencana tersebut sudah dilaporkan ke Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo.
"Saya sudah berkoordinasi dengan Kapolrestabes Surabaya. Pak Wali Kota Solo juga sudah menyetujuinya. Kita akan adakan ikrar damai antara suporter Surabaya dengan Solo. Solo dan Surabaya akan tetap bersaudara," ujar Kapolresta, Selasa (17/4) M.
Lebih lanjut Kapolresta menerangkan, rencana ikrar damai tersebut akan dilakukan di Kota Solo. Nantinya perwakilan suporter Bonek akan diundang ke Kota Bengawan. Namun untuk waktu dan tempatnya, Ribut belum memastikannya.
"Nanti suporter dari Surabaya kita undang ke sini," katanya.
Pasang surut hubungan suporter Bonek dengan suporter Solo, Pasoepati memang sering terjadi. Semasa Pelita Jaya berkandang di Solo, Pasoepati memberikan dukungan saat laga tandang melawan Persebaya di Gelora 10 November, Surabaya. Saat itu ribuan Pasoepati dengan menyewa bus dan kereta api sapu jagad dengan membawa misi damai mendatangi Kota Pahlawan.
Hubungan kedua suporter sempat beberapa kali memanas. Saat final Divisi I di Kediri, Persis Solo harus berebut juara dengan Persebaya. Panas di lapangan menjalar kw luar, hingga bentrokan kedua suporter pun tak terhindarkan. Bentrokan besar kembali terulang beberapa tahun lalu saat Bonek melintas di Solo. Sepulang melawat ke Bandung warga Solo yang didominasi Pasoepati mencegat beberapa kereta api yang diduga membawa suporter bondo nekat.
Beberapa suporter yang hendak menuju ke Jawa Timur pun tertahan di Kota Solo. Suasana mencekam terjadi di beberapa stasiun kereta api. Diantaranya, Purwosari, Solo Balapan, Stasiun Jebres hingga Sragen. Kapolda Jawa Tengah saat itu bersama sejumlah Kapolres harus menjadi tameng hidup untuk menjamin keselamatan Bonek.
Dalam beberapa tahun terakhir, hubungan suporter Pasoepati dan Bonek sebenarnya membaik. Saat laga Piala Presiden di Stadion Manahan beberapa waktu lalu, Pasoepati memberikan sambutan hangat. Tak ada gesekan apapun saat itu. Pun demikian, saat Bonek melintas ke Bantul, Jumat pekan lalu, tak ada keributan. Warga dan Pasoepati bahkan mengawal dan memberikan makanan buat mereka.
Namun ulah segelintir Bonek dan warga Solo, memicu terjadinya insiden yang menewaskan seorang anggota Bonek, Micho Pratama (17). Polresta Surakarta telah menangkap dua orang yang diduga sebagai pelaku penganiayaan tersebut.
"Nama-nama pelaku lainnya sudah kita kantongi, semoga cepat tertangkap," katanya.
(mdk/eko)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya