Polda Sulut Edukasi Keselamatan Lalu Lintas, Targetkan Sopir Bus di Manado

Polda Sulut menggelar Operasi Keselamatan Samrat 2026, fokus edukasi keselamatan lalu lintas bagi sopir bus dan mikrolet di Terminal Malalayang, Manado, demi menekan angka kecelakaan dan meningkatkan kesadaran berlalu lintas.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Polda Sulut Edukasi Keselamatan Lalu Lintas, Targetkan Sopir Bus di Manado
Polda Sulut memulai Operasi Keselamatan Samrat 2026 dengan mengedukasi sopir bus dan mikrolet di Terminal Malalayang, Manado, tentang pentingnya keselamatan berlalu lintas, demi menekan angka kecelakaan dan meningkatkan kesadaran. (AntaraNews)

Polda Sulawesi Utara (Sulut) memulai Operasi Keselamatan Samrat 2026 dengan melakukan edukasi pentingnya keselamatan berlalu lintas kepada para sopir angkutan umum. Kegiatan ini menyasar sopir mikrolet dan bus di Terminal Malalayang, Manado, pada hari pertama operasi. Inisiatif ini bertujuan meningkatkan kesadaran pengemudi akan tanggung jawab besar mereka terhadap keselamatan penumpang dan pengguna jalan lainnya.

AKP Joppy Pontoh, Kanit Dua PJR Ditlantas Polda Sulut, menjelaskan bahwa aksi simpatik ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk menciptakan lalu lintas yang aman dan tertib. Petugas berdialog langsung dengan para penyedia jasa transportasi umum. Mereka menekankan bahwa keselamatan bukan hanya kewajiban, tetapi juga kebutuhan mendasar bagi setiap perjalanan.

Fokus utama edukasi ini adalah memberikan pemahaman mendalam tentang berbagai aspek keselamatan berlalu lintas. Operasi Keselamatan Samrat 2026 ini direncanakan berlangsung selama 14 hari, dimulai dari tanggal 2 hingga 15 Februari 2026. Pendekatan persuasif menjadi kunci dalam menyampaikan pesan-pesan penting kepada para sopir.

Operasi Keselamatan Samrat 2026 yang digagas Polda Sulut secara khusus menargetkan para sopir bus antarkota dan mikrolet. Edukasi ini berlangsung di Terminal Malalayang, Manado, sebagai salah satu titik vital transportasi umum. AKP Joppy Pontoh menyatakan bahwa petugas mengedepankan pendekatan persuasif dalam setiap interaksi.

Petugas berdialog langsung dengan para sopir, mengingatkan mereka tentang tanggung jawab besar yang diemban. Keselamatan penumpang sepenuhnya berada di tangan pengemudi, sehingga kesadaran akan aturan lalu lintas menjadi sangat krusial. Kegiatan ini merupakan bentuk nyata komitmen Polda Sulut dalam menjaga keamanan dan ketertiban berlalu lintas di wilayahnya.

Tujuan utama dari aksi simpatik ini adalah memastikan setiap kendaraan yang keluar dari terminal berada dalam kondisi aman. Selain itu, pengemudinya juga harus sadar akan aturan lalu lintas yang berlaku. Edukasi ini diharapkan dapat menekan angka kecelakaan dan meningkatkan kualitas pelayanan transportasi umum.

Dalam sesi edukasi, beberapa hal penting ditekankan kepada para sopir untuk meningkatkan keselamatan berlalu lintas. Pengecekan kelayakan kendaraan secara berkala menjadi poin utama yang harus selalu diperhatikan. Kondisi rem, ban, lampu, dan komponen penting lainnya harus dipastikan berfungsi optimal sebelum memulai perjalanan.

Larangan penggunaan ponsel saat mengemudi juga menjadi fokus penekanan yang kuat. Penggunaan gawai dapat mengalihkan perhatian pengemudi dan berpotensi menyebabkan kecelakaan serius. Selain itu, pentingnya mematuhi rambu lalu lintas ditekankan demi keselamatan bersama seluruh pengguna jalan.

Selain arahan lisan, satgas juga membagikan dan menempelkan stiker imbauan keselamatan pada kaca kendaraan bus dan mikrolet. Stiker ini berisi pesan-pesan edukatif yang berfungsi sebagai pengingat visual bagi sopir dan penumpang. Pesan-pesan tersebut diharapkan dapat terus mengingatkan akan pentingnya keselamatan selama perjalanan.

Operasi Keselamatan Samrat 2026 ini direncanakan akan berlangsung selama 14 hari penuh. Kegiatan dimulai sejak tanggal 2 Februari 2026 dan akan berakhir pada 15 Februari 2026. Selama periode ini, personel Polda Sulut akan terus melakukan berbagai kegiatan preventif dan edukatif di berbagai lokasi strategis.

Tujuan utama operasi ini adalah untuk meningkatkan disiplin masyarakat dalam berlalu lintas, khususnya para pengemudi angkutan umum. Dengan adanya edukasi yang intensif, diharapkan dapat terbentuk budaya tertib berlalu lintas yang lebih baik. Hal ini akan berkontribusi pada penurunan angka pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas.

Polda Sulut berharap, melalui Operasi Keselamatan Samrat 2026 ini, kesadaran akan keselamatan berlalu lintas dapat meningkat secara signifikan. Upaya ini merupakan bagian dari komitmen Polri untuk menciptakan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcar Lantas) di seluruh wilayah hukumnya. Ini demi kenyamanan dan keamanan semua pihak.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi