Polda Sulteng Siagakan 150 Personel untuk Pengamanan Imlek 2026, Jamin Kamtibmas Kondusif

Polda Sulteng mengerahkan 150 personel untuk Pengamanan Imlek 2026 di berbagai titik strategis. Langkah preventif ini bertujuan menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat selama perayaan, memastikan situasi tetap kondusif.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Polda Sulteng Siagakan 150 Personel untuk Pengamanan Imlek 2026, Jamin Kamtibmas Kondusif
Polda Sulteng mengerahkan 150 personel untuk Pengamanan Imlek 2026 di berbagai titik strategis. Langkah preventif ini bertujuan menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat selama perayaan, memastikan situasi tetap kondusif. (AntaraNews)

Polda Sulawesi Tengah (Sulteng) menyiagakan sebanyak 150 personel dalam rangka melaksanakan patroli pengamanan menjelang perayaan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili. Kesiapsiagaan ini bertujuan utama untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di seluruh wilayah hukum setempat. Langkah preventif ini dilakukan guna memastikan seluruh rangkaian perayaan Imlek dapat berjalan dengan aman, tertib, dan lancar.

Kabagbinops Roops Polda Sulteng AKBP Rahmat Lubis menyatakan bahwa personel patroli telah disebar ke berbagai titik strategis. Penempatan ini mencakup lokasi ibadah, pusat keramaian, serta jalur-jalur yang dianggap rawan potensi gangguan keamanan. Penempatan personel ini diharapkan dapat memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat yang merayakan Imlek serta selama libur panjang.

Siaga patroli ini akan dilaksanakan selama empat hari, terhitung mulai tanggal 14 hingga 17 Februari 2026. Pengamanan yang dilakukan lebih awal ini merupakan langkah antisipatif untuk menjaga kondusivitas perayaan Hari Imlek yang akan jatuh pada hari Senin dan Selasa. Kegiatan ini menegaskan komitmen Polri dalam memberikan perlindungan maksimal kepada warga, khususnya umat yang merayakan Tahun Baru Imlek.

Personel Polda Sulteng yang disiagakan untuk Pengamanan Imlek 2026 ditempatkan secara strategis di beberapa lokasi vital. Penempatan ini mencakup rumah ibadah, area publik yang ramai, dan jalur-jalur yang teridentifikasi memiliki kerawanan keamanan. Tujuannya adalah untuk menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi seluruh masyarakat Sulawesi Tengah.

AKBP Rahmat Lubis menjelaskan bahwa penyebaran personel ini merupakan bagian dari strategi preventif. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi potensi gangguan kamtibmas dan memastikan situasi tetap terkendali selama periode perayaan Imlek. Kehadiran polisi di lapangan diharapkan dapat mencegah tindak kejahatan dan memberikan respons cepat jika terjadi insiden.

Selain patroli rutin, seluruh personel juga diinstruksikan untuk meningkatkan kepekaan terhadap segala bentuk potensi gangguan keamanan. Pendekatan humanis menjadi prioritas dalam setiap pelaksanaan tugas di lapangan. Hal ini sejalan dengan upaya Polri untuk membangun kepercayaan publik dan menciptakan hubungan yang harmonis dengan masyarakat.

Dalam menjalankan tugas Pengamanan Imlek 2026, personel Polda Sulteng tidak hanya fokus pada patroli fisik, tetapi juga pada peningkatan kewaspadaan. Mereka diminta untuk peka terhadap tanda-tanda awal potensi gangguan keamanan, seperti kerumunan mencurigakan atau aktivitas yang tidak biasa. Langkah ini penting untuk deteksi dini dan pencegahan insiden yang tidak diinginkan.

Pendekatan humanis menjadi pedoman utama dalam interaksi antara personel dan masyarakat. Hal ini berarti petugas harus bersikap ramah, membantu, dan mengedepankan dialog dalam setiap situasi. Tujuannya adalah agar masyarakat merasa aman dan nyaman untuk berinteraksi dengan petugas kepolisian, sehingga tercipta lingkungan yang kondusif.

Polda Sulteng berharap kehadiran personel di lapangan dapat memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat. Dengan demikian, seluruh rangkaian perayaan Imlek dan aktivitas masyarakat selama libur panjang dapat berjalan dengan aman, tertib, dan lancar. Ini merupakan bagian dari upaya Polri untuk melayani dan melindungi seluruh warga negara.

Polda Sulteng turut mengimbau seluruh lapisan masyarakat di wilayah Sulawesi Tengah untuk berperan aktif dalam menjaga situasi kamtibmas. Partisipasi aktif masyarakat sangat krusial untuk menciptakan lingkungan yang aman dan damai. Kerjasama antara aparat keamanan dan warga adalah kunci keberhasilan pengamanan selama perayaan Imlek.

Masyarakat diminta untuk senantiasa mematuhi aturan yang berlaku dan menjaga toleransi antarumat beragama. Menghormati perbedaan dan hidup berdampingan secara damai merupakan fondasi penting dalam menjaga persatuan. Toleransi adalah nilai utama yang harus dijunjung tinggi, terutama saat perayaan hari besar keagamaan.

Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk tidak ragu segera melaporkan kepada pihak kepolisian apabila menemukan hal-hal yang mencurigakan. Informasi dari masyarakat sangat berharga dalam upaya pencegahan dan penindakan kejahatan. Saluran komunikasi dengan kepolisian selalu terbuka untuk menerima laporan dari warga.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi