Polda Sulsel sita aset Abu Tour berupa restoran hingga pesantren

Minggu, 19 Agustus 2018 20:14 Reporter : Salviah Ika Padmasari
Polda Sulsel sita aset Abu Tour berupa restoran hingga pesantren Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Polisi Dicky Sondani. ©2018 Merdeka.com

Merdeka.com - Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Sulsel kembali menyita aset milik PT Abu Tour, mulai dari kafe, restoran hingga pesantren.

"Penyitaan ini dilakukan penyidik sebelum tanggal 17 Agustus lalu. Total nilai aset yang telah disita sebanyak Rp 250 miliar," kata Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Polisi Dicky Sondani yang dikonfirmasi, Minggu, (19/8).

Jenis aset itu, kata Dicky, ada lima unit yakni Pondok Pesantren Al Ikram berupa tanah, bangunan dan sertifikat, Alika Printing berupa alat pencetak, radio Bharata, restoran dan kafe Alabaik dan Almira Kursus.

Selain itu, ada lagi aset yang saat ini masih dalam proses penyitaan yakni Al Haram wisata travel, Nayla Travel, Al Haram Media yang dikusai harian Saudagar, Qia film dan Azan Communication.

Ditambahkan, satu lagi tersangka di kasus pidana PT Abu Tours ini akan diserahkan ke Kejaksaan Negeri Makassar.

"Sesuai rencana Senin besok akan dilakukan tahap dua, tersangka atas nama Muhammad Kasim Sunusi, eks manager keuangan PT Abu Tour akan diserahkan ke Kejari Makassar," lanjutnya.

Sebulan sebelumnya, polisi telah menyerahkan tersangka Hamzah Mamba, bos PT Abu Tours ke Kejari Makassar setelah berkasnya dinyatakan P21. Dengan demikian sudah dua berkaa tersangka yang dinyatakan P21. Dua berkas lainnya masih dalam proses yakni
dari tersangka Chaeruddin alias Heru selaku komisaris serta Nursyahriah Mansyur istri Hamzah Mamba yang juga menjabat komisaris.

Diketahui, kasus penipuan yang dilakukan PT Abu Tours ini merugikan 96.601 calon jemaah umrah senilai Rp 1,4 triliun. [cob]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini