Polda Riau tetapkan penghina Ustaz Abdul Somad sebagai tersangka

Senin, 8 Oktober 2018 18:15 Reporter : Abdullah Sani
Polda Riau tetapkan penghina Ustaz Abdul Somad sebagai tersangka Ustaz Abdul Somad. ©Instagram/Ustadz Abdul Somad

Merdeka.com - Setelah melalui rangkaian proses penyelidikan yang panjang, Polda Riau menetapkan Jony Boyok sebagai tersangka atas dugaan penghinaan terhadap Ustad Abdul Somad Batubara (UAS) di akun Facebook miliknya. Jony Boyok dijerat dengan Pasal 27 ayat (3) juncto Pasal 45 ayat (3) UU ITE.

"Dari hasil gelar perkara, JB ditetapkan sebagai tersangka," ujar Kabid Humas Polda Riau Kombes Sunarto, Senin (8/10).

Sunarto menyebutkan, karena ancaman hukumannya di bawah 5 tahun penjara, Jony Boyok yang berusia 47 tahun itu tidak ditahan polisi.

"Dijerat dengan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik dengan ancaman di bawah lima tahun penjara. Ancaman hukumannya di bawah lima tahun sehingga tidak dilakukan penahanan," kata Sunarto.

Sunarto menjelaskan, dalam pasal itu berbunyi, "Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan penghinaan dan/atau pencemaran nama baik".

"Ancaman hukumannya pidana penjara paling lama empat tahun dan atau denda paling banyak Rp 750 juta," kata Sunarto.

Diberitakan sebelumnya, Jony Boyok dijemput oleh angota Front Pembela Islam (FPI) Pekanbaru di rumahnya Jalan Kelapa Sawit, Gang Dolok I, Kecamatan Bukitraya, Pekanbaru, Riau, pada Rabu 5 September 2018 lalu.

Hal itu karena Jony Boyok diduga telah menghina UAS di akun Facebooknya. Ia mengunggah foto UAS dan membuat kalimat yang menghina. Postingan itu diunggah JB pada 2 September 2018 lalu sekitar pukul 12.00 WIB.

Selain sanksi pidana, Jony Boyok juga terancam dikenakan sanksi adat oleh Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR). Untuk sanksi adat yang paling berat, Jony Boyok bisa diusir dari Riau atau dikenakan sejumlah denda karena telah menghina UAS yang telah diberi gelar Datuk Seri Ulama Setia Negara.

Tim Kuasa Hukum UAS, Aziun Asyari, Aspandiar, dan Wismar Haryanto melaporkan Jony Boyok pada Kamis (6/9) lalu. UAS juga telah diperiksa sebagai saksi pelapor dalam kasus ini. [ray]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini