Polda Riau Tetapkan 70 Tersangka Karhutla, 3 Korporasi Masuk Penyidikan

Rabu, 23 Oktober 2019 20:46 Reporter : Abdullah Sani
Polda Riau Tetapkan 70 Tersangka Karhutla, 3 Korporasi Masuk Penyidikan Pemadaman Kebakaran Hutan di Palalawan. ©2019 Merdeka.com

Merdeka.com - Polisi menetapkan 70 tersangka kasus kebakaran hutan dan lahan di Riau. Dari jumlah itu, 68 orang adalah petani, sedangkan dua tersangka lain dari pihak PT Sumber Sawit Sejahtera (SSS). Selain itu, ada 3 perusahaan yang sedang dilakukan penyidikan.

"Jumlah tersangka kebakaran hutan dan lahan sejak awal Januari 2019 hingga saat ini sudah 70 tersangka. Dua di antaranya adalah perusahaan," ujar Kabid Humas Polda Riau Kombes Sunarto, Rabu (23/10).

Sunarto menyebutkan, 68 tersangka dari perorangan yang ditangani Polres se-Riau itu, sudah melalui proses hukum yang berbeda. Ada yang sedang pemberkasan, adapula yang sedang menjalani sidang.

"Sedangkan 2 tersangka dari PT SSS sedang pemberkasan. Pj manager PT SSS inisial OAH ditahan, sedangkan yang mewakili perusahaan inisial Eb bertindak sebagai penanggung jawab dari sisi korporasi, terkait perizinannya," ujarnya.

Dari jumlah 70 tersangka itu, ada 27 kasus masih proses penyelidikan. Sedangkan 15 kasus tahap 1 dan 1 kasus dinyatakan lengkap atau P21. Lalu 22 kasus lainnya telah tahap 2.

Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Riau AKBP Andri Sudarmadi menambahkan, pihaknya menangani 3 tersangka terdiri dari satu perorangan dan 2 dari korporasi. "Sedangkan tersangka perorangan ditangani masing-masing Polres," papar Andri.

Selain itu, Andri dan anggotanya juga tengah melakukan penyidikan terhadap korporasi lainnya dalam kasus yang sama. Di antaranya PT Tesso Indah dan PT Adei Plantation. Lahan terbakar di dua perusahaan itu sudah disegel.

"PT TI dan PT AP sudah meningkatkan ke penyidikan. Nantinya akan ada gelar perkara untuk meningkatkan statusnya lagi," jelas Andri.

Kebakaran lahan di PT AP yang bergerak di bidang perkebunan sawit Desa Batang Nilo, Pelalawan, Pelalawan itu seluas 4,25 hektare.

Penyidikan juga dilakukan terhadap PT GSM. Lahan terbakar di kebun perusahaan itu seluas 106 hektare di Kecamatan Koto Gasib Kabupaten Siak. Polisi juga menyidik PT WSSI yang lahannya terbakar seluas 72 hektare di Kecamatan Koto Gasib, Siak.

"Penyidikan korporasi itu (PT WSSI, PT AP, dan PT GSM) dilakukan Subdit 3 Dittipiter Bareskrim Polri dan Ditreskrimsus Polda Riau," tandasnya. [ray]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini