Polda Metro akan panggil anggota yang diduga intimidasi wartawan
Merdeka.com - Polda Metro Jaya angkat bicara mengenai dugaan personel Polda Metro Jaya menghapus semua foto dan video penggerebekan dari handphone wartawan. Kejadian itu terjadi saat penggerebekan rumah milik terduga gembong penipuan online di Palembang oleh personel Polda Metro Jaya dan Mapolresta Palembang.
"Ya ini kan kita perlu konfirmasi dulu ke sana, ceritanya seperti apa, apa benar kah gitu," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono kepada merdeka.com, Rabu (10/5) malam.
Kata Argo, andaikata kejadian itu terjadi maka pihaknya akan memanggil anggota tersebut. Namun, pihaknya mesti mendalami peristiwa itu terlebih dahulu.
"Makanya kan nanti bagaimana posisinya seperti apa sih. Apa minta, semuanya kan persepsinya berbeda-beda, apakah ngerampas itu seperti apa, misalnya nyuruh, ya sudah hapus saja foto ini, apakah seperti itu, dengan tidak ada paksaan kan tidak dibilang ngerampas, kita kan butuh cerita yang sebenarnya seperti apa," bebernya.
Sebelumnya, penggerebekan rumah milik terduga gembong penipuan online di Palembang oleh personel Polda Metro Jaya dan Mapolresta Palembang diwarnai insiden kekerasan terhadap jurnalis. Seorang personel Polda Metro Jaya menghapus semua foto dan video penggerebekan dari handphone wartawan.
Hal tersebut dialami Sri Hidayatun, salah satu wartawan media cetak di Palembang. Peristiwa itu terjadi saat Sri bersama enam wartawan lain sedang melakukan peliputan penggerebekan di sebuah rumah di Jalan Bungaran I, Kelurahan 8 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu I, Palembang, Rabu (10/5).
Para wartawan menuju lokasi mengendarai mobil. Lantaran khawatir kehilangan momentum, Sri mengambil foto sekaligus video penggerebekan dari dalam mobil begitu tiba di lokasi.
Ternyata aksinya diketahui salah satu anggota polisi yang mengaku dari Polda Metro Jaya. "Hei, kamu lagi ngapain? Kenapa ambil-ambil foto," kata Sri menirukan teriakan anggota kepolisian tersebut.
Sambil tergesa-gesa, anggota yang tidak diketahui namanya itu menuju mobil wartawan dan menghampiri korban yang duduk di bagian depan. Anggota itu langsung merampas HP Sri dan menghapus semua foto dan video penggerebekan.
"Saya turun dari mobil, waktu itulah anggota itu hapus semuanya. Saya tidak bisa apa-apa karena takut," ujarnya.
Sri mengaku menyesalkan perlakuan kasar dari anggota kepolisian. Hal itu juga bertentangan dengan Undang-undang Pers yang melindungi kebebasan dan profesionalitas jurnalis.
"Polisi itu jelas menghalangi kerja wartawan. Saya tidak terima diperlakukan seperti itu," tegasnya. (mdk/bal)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya