Polda Maluku Perkuat Kesiapan Personel Jelang Operasi Ketupat 2026 untuk Jamin Keamanan Masyarakat
Polda Maluku menggelar Latihan Pra-KRYD 2026 untuk memperkuat kesiapan personel jelang Operasi Pekat dan Operasi Ketupat, memastikan keamanan dan ketertiban masyarakat tetap kondusif.
Kepolisian Daerah (Polda) Maluku telah mengambil langkah proaktif dengan memperkuat kesiapan personelnya. Langkah ini dilakukan melalui penyelenggaraan Latihan Pra Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan (Pra-KRYD) Tahun 2026, sebagai bagian dari persiapan menghadapi agenda keamanan penting.
Latihan ini bertujuan untuk memastikan kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tetap kondusif. Hal ini sangat penting menjelang pelaksanaan dua operasi kepolisian besar, yaitu Operasi Pekat dan Operasi Ketupat.
Kegiatan Pra-KRYD ini berlangsung di Ruang Rapat Utama Basudara Manise, Lantai V Mapolda Maluku, pada Jumat. Latihan ini diikuti oleh perwakilan personel dari seluruh satuan kerja di lingkungan Polda Maluku.
Peningkatan Profesionalisme dan Kedisiplinan Personel
Kepala Biro Operasi Kombes Pol Ronald Refli Rumondor menekankan pentingnya keseriusan dan kedisiplinan personel dalam mengikuti seluruh materi latihan. Latihan ini digelar lebih awal untuk menjamin kesiapan maksimal.
Direktur Samapta Polda Maluku Kombes Pol Agus Pujianto secara resmi membuka Latihan Pra-KRYD ini, mewakili Kepala Biro Operasi Kombes Pol Ronald Refli Rumondor. Beliau didampingi oleh Kabag Kerma Biro Operasi AKBP Luther Bane, menandai dimulainya fase persiapan penting.
Peserta latihan dipersiapkan secara matang untuk diterjunkan langsung dalam Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan (KRYD) di lapangan. Ini menunjukkan komitmen Polda Maluku dalam menjaga keamanan dan ketertiban.
Kombes Rumondor menegaskan bahwa KRYD bukan sekadar kegiatan seremonial belaka, tetapi harus dilaksanakan secara konsisten dan berkelanjutan. Personel diminta untuk bekerja secara humanis namun tegas.
Humanis Namun Tegas dan Koordinasi Lintas Sektor
Personel diminta untuk bekerja secara humanis dalam setiap interaksi dengan masyarakat, namun juga harus tetap bertindak tegas dalam penegakan hukum dan menjaga ketertiban.
Pentingnya menghindari pelanggaran yang dapat mencederai citra Polri di mata masyarakat juga menjadi sorotan utama. Hal ini demi menjaga kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian.
Selain kesiapan teknis, Karo Ops juga menekankan perlunya koordinasi lintas sektor yang erat. Koordinasi ini termasuk dengan pemerintah daerah dan berbagai instansi terkait lainnya.
Kerja sama ini diharapkan agar penanganan KRYD dapat berdampak efektif dan terukur. Tujuannya adalah untuk menjaga stabilitas keamanan wilayah secara menyeluruh dan berkelanjutan.
Deteksi Dini dan Target Optimalisasi Operasi Ketupat
Polda Maluku melalui Pra-KRYD berupaya memastikan peningkatan profesionalisme dan kesiapsiagaan anggotanya. Ini dilakukan demi memberikan rasa aman kepada seluruh lapisan masyarakat.
Terutama, hal ini penting dalam menghadapi agenda nasional dan keagamaan yang memerlukan pengamanan ekstra, seperti perayaan Hari Raya Idul Fitri.
Latihan ini juga menyoroti pentingnya deteksi dini dan pencegahan potensi gangguan keamanan. Ini mencakup tindak kriminalitas, penyalahgunaan alkohol dan narkoba, serta kejahatan jalanan yang diprediksi meningkat jelang Hari Raya.
Seluruh jajaran diminta untuk responsif dan sigap melakukan langkah cepat. Langkah-langkah ini harus diambil di setiap titik kerawanan yang teridentifikasi di wilayah Maluku.
Dengan pelaksanaan Pra-KRYD secara komprehensif ini, Polda Maluku menargetkan Operasi Ketupat dapat berjalan optimal, aman, dan tertib tanpa hambatan berarti.
Masyarakat diharapkan dapat merayakan Idul Fitri dengan tenang dan khidmat, tanpa perlu khawatir akan adanya gangguan keamanan yang mungkin terjadi.
Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya Polri untuk membangun kepercayaan publik yang kuat, melalui pendekatan tugas yang terukur, konsisten, dan bebas dari pelanggaran.
Sumber: AntaraNews