Polda Lampung Turun Tangan Usut Pembunuhan dan Korupsi Bansos Berujung Rusuh di Lampung Tengah, 200-an Diperiksa

Pascaperistiwa itu, Helmi mengingatkan masyarakat Lampung Tengah tetap tenang dan tidak main hakim sendiri.

Yosephin Suci Wulandari
Polda Lampung Turun Tangan Usut Pembunuhan dan Korupsi Bansos Berujung Rusuh di Lampung Tengah, 200-an Diperiksa
Polda Lampung Turun Tangan Usut Pembunuhan dan Korupsi Bansos Berujung Rusuh di Lampung Tengah, 200-an Diperiksa (Merdeka.com)

Polda Lampung memutuskan mengambilalih kasus yang pembunuhan berujung kerusuhan kampung Gunung Agung Kecamatan Terusan Nunyai, Kabupaten Lampung Tengah pada Sabtu (17/5) kemarin.

Kapolda Lampung, Irjen Pol Helmi Santika mengatakan, sampai saat ini, baru satu orang yang ditangkap yakni AS (41) pelaku pembunuhan terhadap SA.

“Untuk tindakan perusakan dan pembakaran rumah saat ini juga masih mencari dan mengumpulkan alat bukti untuk bisa diketahui siapa yang melakukan provokasi,” katanya di Mapolda Lampung, Selasa (20/5).

Alasan Polda Lampung mengambilalih kasus ini agar lebih efektif. Termasuk untuk kasus penyelewengan bantuan pangan nasional (Bapang)

“Untuk lebih efektif penanganannya kami membagi tugas untuk pengerusakan san pembakaran diambil lagi oleh Ditreskrimum Polda Lampung,” jelasnya.

"Kemudian dugaan pidana korupsi penyelewengan rupanya tengah ditangani lebih awal oleh Polres Lampung Tengah dan sudah ada 270 orang yang diklarifikasi," ungkapnya.

Pascaperistiwa itu, Helmi mengingatkan masyarakat Lampung Tengah tetap tenang dan tidak main hakim sendiri.

“Dan serahkan porsoalan ini kepada anggota kepolisian untuk dapat ditangani secara baik, objektif dan profesional,” pungkasnya.

Rekomendasi