Polda Lampung Siapkan Trauma Healing Berkelanjutan bagi Korban Banjir, Pulihkan Mental Warga Terdampak
Polda Lampung serius tangani dampak bencana banjir di Lampung Barat, fokus pada pemulihan mental. Program trauma healing berkelanjutan disiapkan untuk korban, bagaimana pelaksanaannya?
Bandarlampung, 12 September 2024 – Kepolisian Daerah (Polda) Lampung menunjukkan komitmen penuh dalam penanganan bencana, tidak hanya berfokus pada aspek fisik tetapi juga psikologis. Mereka telah menyiapkan program trauma healing atau pemulihan mental bagi masyarakat yang terdampak banjir di wilayah Lampung Barat.
Kapolda Lampung, Irjen Pol Helmy Santika, menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen untuk hadir di tengah masyarakat, bersinergi dengan seluruh instansi terkait. Hal ini bertujuan untuk memastikan proses evakuasi berjalan lancar dan kebutuhan dasar warga di pengungsian dapat terpenuhi secara optimal, termasuk kebutuhan akan pemulihan mental.
Program trauma healing ini menjadi perhatian penting karena dampak bencana tidak hanya terbatas pada kerusakan fisik, tetapi juga kondisi psikologis masyarakat yang memerlukan pendampingan intensif. Pemulihan mental ini diharapkan dapat membantu warga agar cepat pulih dari rasa takut dan cemas, serta mengurangi stres akibat musibah.
Pentingnya Pemulihan Mental Pasca-Bencana
Dampak bencana alam seringkali melampaui kerugian material, meninggalkan luka psikologis mendalam bagi para korban. Irjen Pol Helmy Santika menyoroti bahwa kondisi psikologis masyarakat terdampak bencana memerlukan perhatian khusus, sama pentingnya dengan pemeriksaan kesehatan dan penyediaan makanan.
Untuk itu, tim psikolog kepolisian telah diterjunkan untuk membantu para pengungsi mengatasi rasa takut dan cemas yang mungkin timbul setelah kejadian. Mereka juga memberikan pendampingan intensif kepada korban untuk mengurangi tingkat stres yang dialami akibat musibah banjir.
Kapolda menyebutkan bahwa program pemulihan mental ini akan dilakukan secara berkelanjutan, memastikan dukungan terus diberikan sampai masyarakat dinilai stabil. Kegiatan ini difokuskan di posko-posko pengungsian, guna memastikan dukungan langsung dan efektif dapat menjangkau para korban.
“Kami tidak hanya evakuasi dan memberi bantuan logistik, Polri juga memastikan pemulihan mental masyarakat,” ujar Helmy, menegaskan prioritas pada kesejahteraan psikologis warga.
Sinergi Lintas Instansi untuk Pemulihan Cepat
Polda Lampung tidak bekerja sendiri dalam upaya penanganan dampak banjir dan pemulihan masyarakat. Mereka berkolaborasi erat dengan Tentara Nasional Indonesia (TNI), pemerintah setempat, serta berbagai organisasi kemasyarakatan seperti Palang Merah Indonesia (PMI).
Sinergi ini bertujuan untuk memberikan rasa aman dan dukungan komprehensif bagi korban bencana. Kehadiran bersama ini diharapkan dapat mempercepat proses pemulihan masyarakat Lampung yang terdampak, sehingga aktivitas sosial dan ekonomi dapat kembali berjalan normal.
“Dengan sinergi lintas instansi, pemulihan akan lebih cepat. Dukungan penuh masyarakat membuat penanganan lebih menyeluruh,” kata Helmy, menekankan pentingnya kerja sama semua pihak.
Selain program trauma healing, Polri juga aktif menyalurkan bantuan logistik dan mendirikan posko darurat di lokasi bencana. Ini merupakan bagian dari upaya menyeluruh untuk memastikan semua kebutuhan dasar korban terpenuhi pasca-bencana.
Dampak Banjir dan Respons Cepat Kepolisian
Banjir bandang yang melanda Lampung Barat pada Rabu (10/9) disebabkan oleh hujan dengan intensitas tinggi yang turun sejak siang hingga malam hari. Musibah ini mengakibatkan ketinggian air mencapai kurang lebih satu meter, merusak puluhan rumah dan memutus akses jalan.
Data menunjukkan bahwa sebanyak 95 kepala keluarga terdampak, dengan enam unit rumah mengalami rusak berat, di mana empat di antaranya hanyut terbawa arus. Selain itu, tiga unit rumah mengalami rusak sedang, dan 86 rumah lainnya rusak ringan akibat terjangan banjir.
Menanggapi situasi ini, Polda Lampung segera menerjunkan 37 personel di dua lokasi banjir di wilayah Lampung Barat untuk membantu evakuasi warga. Kapolda juga telah menginstruksikan Kapolres Lampung Barat untuk mengerahkan personel dalam membantu warga yang tertimpa musibah.
Helmy menambahkan, “Jika memang diperlukan nantinya personel Polda melalui Dit Samapta maupun Brimob Polda Lampung akan dikirimkan membantu dalam pemulihan pasca banjir.” Ini menunjukkan kesiapan Polda Lampung untuk memberikan bantuan berkelanjutan hingga kondisi kembali pulih.
Sumber: AntaraNews