Polda Jawa Timur mengirim tim DVI-nya (Disaster Victim Identification) untuk melakukan identifikasi korban pesawat Lion Air JT610. Sebab, tiga dari ratusan korban pesawat pada Senin (29/10) kemarin itu adalah warga Jawa Timur.
Tiga korban asal Jawa Timur itu adalah warga Pomahan Baru, Surabaya; warga Mojorejo, Madiun; dan warga Garungan, Kabupaten Blitar.
"Polda Jatim mengirimkan dua tim dokter forensik ke Jakarta untuk membantu identifikasi korban pesawat yang mengalami musibah tersebut," kata Kabid Humas Polda Jawa Timur, Kombes Pol Frans Barung Mangera, Selasa (30/10).
Sementara kabid Dokkes Polda Jawa Timur, Kombes Pol dr Budi Heryadi menambahkan, selain tim yang diberangkatkan ke Jakarta, pihaknya juga mengirim tim yang fokus melakukan indentifikasi ke keluarga korban di Jawa Timur.
"Kemudian akan kami cocokkan antara data postmortem korban dengan antemortemnya," tandas Budi.
Seperti diketahui, Senin kemarin, pesawat Lion Air JT610 rute Jakarta-Pangkal Pinang jatuh di perairan Kerawan-Bekasi setelah 13 menit lepas landas dari Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang. Berdasarkan manifest penumpang, dari ratusan penumpang pesawat nahas itu, diketahui ada beberapa yang berasal Jawa Timur.