Plh Rektor Universitas Negeri Makassar (UNM), Prof Farida Patittingi, baru-baru ini menekankan pentingnya penambahan muatan lokal dalam kurikulum Sekolah Dasar (SD). Langkah ini dinilai sebagai bekal krusial untuk penguatan serta pelestarian budaya bagi generasi penerus bangsa. Beliau menyampaikan pandangannya di Makassar, Sabtu, menyoroti urgensi pendidikan berbasis budaya lokal.
Menurut Prof Farida, inisiatif Pemerintah Kota Makassar yang memasukkan muatan lokal ke dalam kurikulum SD merupakan langkah visioner. Kebijakan ini diharapkan dapat memperkuat fondasi pendidikan yang berakar pada nilai-nilai budaya daerah. Pembentukan karakter dan identitas budaya harus dimulai sejak usia dini untuk menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas.
Penguatan kurikulum ini bertujuan untuk memastikan lembaga pendidikan melahirkan individu yang memahami dan menghargai warisan budayanya sendiri. Hal ini menjadi landasan penting dalam proses pembelajaran mereka di masa depan. Dengan demikian, anak-anak akan tumbuh dengan identitas yang kuat dan rasa cinta terhadap budaya lokal.
Advertisement
Advertisement
Prof Farida Patittingi menegaskan bahwa penguatan pendidikan harus dimulai dari anak-anak di jenjang SD. Ia berpendapat bahwa kurikulum di lembaga pendidikan harus benar-benar sesuai harapan, yaitu melahirkan sumber daya manusia yang berakar dari daerah sendiri. Inisiatif ini merupakan upaya strategis untuk menjaga keberlangsungan budaya.
Langkah visioner Pemkot Makassar dalam mengintegrasikan muatan lokal ke dalam kurikulum SD mendapat apresiasi tinggi. Hal ini dianggap sebagai fondasi penting dalam membentuk karakter anak-anak sejak dini. Pendidikan berbasis budaya lokal akan membekali mereka dengan nilai-nilai luhur yang relevan.
Pembentukan karakter dan identitas budaya harus dimulai dari anak-anak agar menjadi pondasi kuat dalam pembelajaran mereka di masa depan. Banyak nilai dan kekayaan budaya lokal yang perlu diinternalisasikan ke dalam kurikulum. Implementasinya harus terlihat dalam proses pembelajaran sehari-hari di sekolah.
Advertisement
Advertisement
Prof Farida menyoroti banyaknya muatan lokal yang bisa dimasukkan ke dalam pembelajaran di SD. Ia mengungkapkan kegembiraannya melihat anak-anak tampil luar biasa, yang melambangkan semangat dan keceriaan khas daerah. Ini menunjukkan potensi besar dalam pengembangan kurikulum yang lebih kaya.
Salah satu nilai luhur masyarakat Makassar yang ditekankan adalah "Siri’ na Pacce". Nilai ini harus menjadi bagian penting dalam pendidikan karakter anak-anak. "Siri’ na Pacce" bukan hanya cerminan harga diri, tetapi juga dorongan untuk berbuat baik dan bermanfaat bagi sesama.
"Siri’ itu nilai budaya yang luar biasa. Ia melahirkan karakter yang selalu ingin maju, bermanfaat, dan memberikan yang terbaik," ujar Prof Farida. Ia menekankan pentingnya mendidik anak-anak agar memiliki rasa "Siri’" yang benar. Ini bukan malu karena gengsi, tetapi malu jika tidak berbuat baik kepada sesama.
Advertisement
Advertisement
Selain nilai "Siri’", Prof Farida juga mengingatkan pentingnya kerja keras dan ketekunan sebagai bagian dari pendidikan karakter. Ia menegaskan bahwa tidak ada pencapaian yang bisa diraih tanpa adanya kerja keras. Semangat ini harus ditanamkan sejak dini kepada anak-anak sekolah.
"Kita harus menanamkan semangat itu kepada anak-anak agar mereka tumbuh menjadi pribadi yang tangguh," ucapnya. Pembelajaran ini akan membentuk mental yang kuat dan pantang menyerah. Anak-anak akan belajar bahwa usaha adalah kunci keberhasilan dalam setiap aspek kehidupan.
Dengan mengintegrasikan nilai-nilai ini, kurikulum muatan lokal SD tidak hanya mengajarkan materi, tetapi juga membentuk karakter. Generasi muda diharapkan dapat tumbuh menjadi individu yang berbudaya, berintegritas, dan siap menghadapi tantangan masa depan. Ini adalah investasi jangka panjang bagi kemajuan bangsa.
Advertisement
Sumber: AntaraNews