Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

PKS tak ingin peristiwa G30S/PKI terulang di masa kini

PKS tak ingin peristiwa G30S/PKI terulang di masa kini Jazuli Juwaini. ©2013 Merdeka.com

Merdeka.com - Fraksi PKS DPR menyelenggarakan seminar dengan tema 'Pancasila dan Integrasi Bangsa'. Hadir dalam acara tersebut, Panglima TNI Gatot Nurmantyo, Presiden PKS Shohibul Iman, Mahfud MD, dan Taufik Ismail.

Ketua Fraksi PKS Jazuli Juwaini mengatakan acara ini dibuat dalam rangka memperingati peristiwa G30S/PKI sekaligus peringatan Hari Kesaktian Pancasila yang jatuh setiap tanggal 1 Oktober. Tujuannya, untuk mengokohkan nasionalisme dan patriotisme generasi bangsa melalui pemaknaan atas peristiwa sejarah bangsa.

"Generasi bangsa saat ini, terutama generasi mudanya, sangat penting mempelajari dan memahami sejarah bangsa. Kata Bung Karno Jas merah, jangan sekali-kali melupakan sejarah. Setelah mempelajari diharapkan bisa menghargai lalu mewarisi semangat dalam menjaga dan mengisi kemerdekaan," kata Jazuli di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (27/9).

Acara tersebut juga bertujuan untuk mengingatkan rakyat Indonesia agar lebih mencintai Pancasila dan NKRI. Sekaligus meningkatkan kewaspadaan atas segala upaya yang ingin memecah belah bangsa.

Menurutnya, semua bentuk pengkhianatan dan ancaman terhadap Pancasila dan NKRI di masa lalu harus menjadi pelajaran berharga bagi bangsa Indonesia.

"Cukup peristiwa itu terjadi di masa lalu dan jangan pernah terulang di masa kini. Kita tetap waspada dan terus menjalin persatuan dan kesatuan dengan sesama komponen bangsa utamanya dengan pemerintah dan aparat pertahanan dan keamanan," ujar Jazuli.

Di lokasi yang sama, Gatot menerangkan, masyarakat Indonesia sejatinya adalah seorang patriotis. Sehingga, dia meyakini jika ada pihak yang ingin mengancam keutuhan bangsa, masyarakat pasti akan melawan.

"Penduduk indonesia adalah sekumpulan manusia manusia ksatria yang patriot karena memerdekakan negaranya. Dalam konteks seperti ini maka manusia Indonesia tidak bisa ditakut-takuti. Dia tidak akan takut," tegas dia.

Masyarakat Indonesia dengan jiwa patriotismenya, dikatakan Gatot, pasti mengayomi kalangan minoritas yang lemah. Dia mencontohkan, rasa toleransi umat muslim di Indonesia terhadap anak dan keluarga PKI.

"Buktinya siapa yang menulis buku aku bangga sebagai anak pki, orangnya ada di DPR, dia diapa-apakan nggak sama umat muslim? Enggak diapa-apakan. Tidak diapa-apakan. Karena yang besar mengayomi yang kecil," tukasnya. (mdk/eko)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP