PKK Paluta Gencarkan Pemberian Gizi Tambahan untuk Balita, Perkuat Pencegahan Stunting Paluta di Pedesaan

Tim Penggerak PKK Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta) aktif menyalurkan makanan tambahan gizi bagi balita di dua desa, memperkuat upaya Pencegahan Stunting Paluta dan memastikan tumbuh kembang optimal.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
PKK Paluta Gencarkan Pemberian Gizi Tambahan untuk Balita, Perkuat Pencegahan Stunting Paluta di Pedesaan
Tim Penggerak PKK Paluta aktif menyalurkan makanan tambahan gizi bagi balita di dua desa, memperkuat intervensi pencegahan stunting demi generasi sehat dan kuat. (AntaraNews)

Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta) secara proaktif mengambil langkah konkret. Mereka menyalurkan makanan tambahan gizi (PMT) kepada balita di dua desa. Inisiatif ini bertujuan utama untuk memperkuat upaya Pencegahan Stunting Paluta di wilayah pedesaan.

Kegiatan penting ini difokuskan pada balita yang menunjukkan kondisi tidak mengalami kenaikan berat badan. Penyaluran PMT dilaksanakan di Desa Pagaran Tonga dan Desa Pangirkiran. Langkah strategis ini dimulai serentak sejak tanggal 1 November 2025 dan akan berlangsung selama 60 hari berturut-turut.

Ketua TP PKK Paluta, Refina Reski Basyah Harahap, menegaskan komitmen mereka. Ia menyatakan bahwa program ini merupakan bagian integral dari intervensi Pencegahan Stunting Paluta. Upaya ini juga melibatkan penggunaan bahan pangan lokal untuk memperbaiki status gizi anak-anak.

Intervensi Gizi Komprehensif untuk Balita Paluta

Refina Reski Basyah Harahap menjelaskan bahwa penyaluran makanan tambahan gizi ini secara spesifik menargetkan balita yang tidak mengalami kenaikan berat badan. "Penyaluran makanan tambahan gizi itu untuk balita yang tidak mengalami kenaikan berat badan di Desa Pagaran Tonga dan Desa Pangirkiran," ujarnya.

Sebanyak 65 balita menjadi penerima manfaat Pemberian Makanan Tambahan (PMT) dalam program ini. Rinciannya adalah 55 balita berasal dari Desa Pagaran Toga, sementara 10 balita lainnya berasal dari Desa Pangirkiran. Program ini menjadi bagian penting dalam strategi Pencegahan Stunting Paluta.

Pemberian PMT ini dirancang menggunakan bahan pangan lokal yang tersedia di daerah. "PMT diberikan menggunakan bahan pangan lokal sebagai upaya memperbaiki status gizi anak dan meningkatkan ketahanan kesehatan keluarga," tutur Refina. Pendekatan ini juga bertujuan untuk mendukung ekonomi lokal.

Program pemberian makanan ini akan berlangsung selama 60 hari berturut-turut, dimulai sejak awal November 2025. Pihak PKK Paluta sangat berharap bantuan ini dapat secara signifikan mendukung peningkatan gizi balita. Mereka terus bersinergi dengan pemerintah daerah untuk mewujudkan generasi yang sehat, kuat, dan bebas stunting.

Peran Penting Dinas Kesehatan dan Edukasi Orang Tua

Perwakilan Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara, Dedi Julhadi Hasibuan, menyoroti pentingnya perhatian serius terhadap balita yang tidak mengalami kenaikan berat badan. Menurutnya, "balita yang tidak mengalami kenaikan berat badan harus mendapat perhatian serius."

Kondisi tersebut dapat menjadi indikator awal risiko stunting bila tidak ditangani segera dan tepat. Oleh karena itu, Dinas Kesehatan terus mendorong penguatan intervensi gizi yang sensitif dan spesifik melalui peran aktif puskesmas dan posyandu di wilayah Paluta. Ini adalah kunci Pencegahan Stunting Paluta.

Selain program pemberian PMT, PKK Paluta juga aktif menyerahkan bantuan stimulan berupa bahan pangan bergizi kepada keluarga balita. Kegiatan ini dilengkapi dengan pelaksanaan penyuluhan yang komprehensif. Penyuluhan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman orang tua mengenai tumbuh kembang anak.

Kecukupan gizi serta pola asuh yang baik merupakan fondasi penting dalam tumbuh kembang anak yang optimal, seperti disampaikan Ketua TP PKK Paluta. Kegiatan ini turut dihadiri oleh Plt Kadis Kesehatan Paluta Maralobi Siregar, Camat Padang Bolak, Camat Halongonan, kepala puskesmas, kader PKK, serta para ibu balita, menunjukkan dukungan multisektoral untuk Pencegahan Stunting Paluta.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi