Pimpinan KPK: Tidak Ada Niatan Untuk Hilangkan Penyidik Polri di KPK

Pernyataan Syarif ini menjawab tudingan dari surat terbuka yang dilayangkan sekitar 42 penyidik KPK dari unsur Polri. Lantaran surat terbuka itu membuat mantan penyidik KPK Erwanto Kurniadi yang kini menjabat Dirtipikor Bareskrim Polri berkirim surat ke pimpinan KPK.

Rita
Oleh Rita - Reporter
Pimpinan KPK: Tidak Ada Niatan Untuk Hilangkan Penyidik Polri di KPK
Gedung KPK. ©2014 merdeka.com/dwi narwoko

Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Laode Muhammad Syarif menegaskan, tak ada niatan lembaganya untuk menghilangkan penyidik dari unsur Polri di KPK.

"Tidak ada niatan untuk menghilangkan penyidik Polri," ujar Syarif di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (3/5).

Pernyataan Syarif ini menjawab tudingan dari surat terbuka yang dilayangkan sekitar 42 penyidik KPK dari unsur Polri. Lantaran surat terbuka itu membuat mantan penyidik KPK Erwanto Kurniadi yang kini menjabat Dirtipikor Bareskrim Polri berkirim surat ke pimpinan KPK.

Isi surat tersebut mempertanyakan soal kebenaran Laode Syarif yang ingin mengurangi penyidik dari unsur Polri di lembaga yang kini dipimpin Agus Rahardjo. Syarif mengaku belum melihat dan membaca surat dari Erwanto itu.

"Saya belum baca suratnya," kata Syarif.

Syarif kembali menegaskan dirinya tak berniat menghilangkan atau mempersempit ruang gerak penyidik unsur Polri di KPK. Menurut Syarif, dari unsur mana pun penyidik di KPK yang terpenting adalah kemampuan.

"Yang penting (KPK) punya penyidik yang mumpuni," kata Syarif.

Syarif tak mau melupakan sejarah berdirinya KPK lantaran para penyidik dari unsur Polri, Kejaksaan Agung, maupun BPKP yang bekerja dari awal sebagai penyidik di lembaga antirasuah.

"Bahwa tidak bisa juga melupakan sejarah dulu awal berdirinya KPK. Sebelum ada penyidik yang ada, Direktur (penyidikan) sendiri adalah berasal dari Polri dan Jaksa," kata Syarif.

Reporter: Fachrur Rozie

Sumber: Liputan6.com

Rekomendasi