Pilot dan Pramugari Terjebak Banjir di Samarinda, Penerbangan Batik Air Delay

Minggu, 9 Juni 2019 23:57 Reporter : Saud Rosadi
Pilot dan Pramugari Terjebak Banjir di Samarinda, Penerbangan Batik Air Delay Banjir di Samarinda. ©2019 Merdeka.com

Merdeka.com - Banjir merendam ribuan rumah yang dihuni tidak kurang 10 ribu jiwa di 3 kecamatan di Samarinda, Minggu (9/6). Akses jalan ke Bontang yang juga menuju Bandara APT Pranoto pun sempat lumpuh. Calon penumpang pesawat Batik Air, tidak terkecuali pilot dan pramugari Batik Air diangkut menggunakan bus dan truk.

Banjir melumpuhkan poros Samarinda ke Bontang di Jalan DI Panjaitan, sejak pukul 05.00 WITA, setelah 3 jam sebelumnya diguyur hujan sangat deras. Sementara, penerbangan Batik Air bernomor ID6671 tujuan Jakarta, dijadwalkan terbang pukul 07.00 WITA.

Polisi ikut berjibaku mengangkut penumpang menggunakan truk. Bahkan, UPBU Bandara APT Pranoto juga mengirimkan busnya untuk mengangkut penumpang, tidak terkecuali kru Batik Air.

"Iya benar. Tadi kru Batik, pilot dan pramugari sempat mau jalan ke bandara tapi kembali ke hotel karena akses jalan banjir," kata Station Manager Lion Air Group Samarinda, Nasrul dikonfirmasi merdeka.com, Minggu (10/6).

Imbasnya, Batik Air pun delay. Meski akhirnya, Batik Air terbang jelang tengah hari tadi. "Iya, benar. Jadwal terbangnya mundur," ujar Nasrul.

Terpisah, Kepala UPBU APT Pranoto Dodi Dharma Cahyadi membenarkan, sejumlah penerbangan mengalami delay diakibatkan adanya cuaca buruk. "Karena jarak pandang minim akibat cuaca buruk. Ada juga yang pendaratannya dialihkan ke Balikpapan," kata Dodi.

Meski begitu, dia mengklaim 19 penerbangan sepanjang hari ini tidak ada yang dibatalkan. "Sampai jam 6.24 tadi adalah penerbangan terakhir ke YIA (Yogyakarta International Airport)," tandas Dodi. [ray]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini