Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Pilgub Jatim, Demokrat optimistis Khkhoofifah-Emil menang di Surabaya

Pilgub Jatim, Demokrat optimistis Khkhoofifah-Emil menang di Surabaya Khofifah di Blitar. ©2018 Merdeka.com

Merdeka.com - Partai Demokrat optimistis Paslon nomor urut satu, Khofifah Indar Parawansa-Emil Elestianto Dardak menang telak di Surabaya, pada coblosan Pilgub Jawa Timur 27 Juni besok.

Optimisme partai berlambang segitiga mercy ini memang tak berlebihan. Lihat saja hasil survei terakhir beberapa lembaga survei yang dirilis akhir masa kampanye kemarin. Pasangan Khofifah-Emil mengungguli pasangan Saifullah Yusuf(Gus Ipul)-Puti Guntur Soekarno.

Hasil riset lembaga Surabaya Survey Center (SSC) periode 4-13 Juni 2018 misalnya. SSC mencatat elektabilitas Khofifah-Emil mencapai 47,2 persen, unggul atas pasangan urut dua yang hanya 42,1 persen. Untuk undecided voters-nya, mencapai 10,7 persen.

Meski begitu, partai besutan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ini tak mau jumawa. Khususnya di Surabaya yang menjadi salah satu basis kekuatan PDIP, salah satu partai pengusung Gus Ipul-Puti.

Nah, untuk menjaga kemenangan Khofifah-Emil saat coblosan Rabu besok, DPC Demokrat Surabaya mengaku sudah menyiapkan ribuan saksi di seluruh TPS (Tempat Pemungutan Suara) yang ada di 31 kecamatan.

Hal ini diungkap Ketua Bapilu DPC Demokrat Surabaya, Herlina Harsono Njoto. Katanya, malam ini, sekitar pukul 19.00 WIB, pihaknya akan menggelar apel siaga sekaligus pembekalan terakhir para saksi pasangan Khofifah-Emil. Acara digelar di Asrama Haji Sukolilo. "Ribuan saksi ini disiapkan untuk mengawal kemenangan Khofifah –Emil," kata Herlina.

Hanya saja, lanjutnya, khusus untuk apel siaga dan pembekalan terakhir para saksi malam ini, Partai Demokrat Surabaya hanya mengumpulkan sekitar 500 koordinator saksi di masing-masing TPS yang tersebar di semua kecamatan yang ada di Surabaya.

Herlina menandaskan, bahwa para saksi Khofifah-Emil di Surabaya ini akan dibekali bagaimana cara mencatat perolehan suara. Termasuk penghitungan suara mulai dari TPS, tingkat kecamatan hingga kantor KPU.

"Kita juga memberi bekal bagaimana cara melaporkan hasil rekapitulasi di tingkat TPS hingga KPU, untuk memastikan tidak terjadi kecurangan," tegasnya.

Politikus perempuan juga ketua Komisi A DPRD Surabaya ini mengaku optimistis kalau Khofifah-Emil bakal unggul di Kota Surabaya seperti di kabupaten/kota lainnya. "Kami meyakini ada dua opsi, yakni kemenangan tipis atau kemenangan tebal untuk Khofifah-Emil," tandasnya.

(mdk/cob)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP