Pidato di aksi 212, Fahri ngaku dapat info akan ditangkap karena ujaran kebencian

Reuni aksi 212 sudah mulai sejak pukul 3 dini hari dimulai dengan bersalawat kemudian salat subuh berjemaah.

Ahda Bayhaqi
Oleh Ahda Bayhaqi - Reporter
Pidato di aksi 212, Fahri ngaku dapat info akan ditangkap karena ujaran kebencian
Aksi Damai 212. ©2016 merdeka.com/imam buhori

Dua pimpinan DPR, Fadli Zon dan Fahri Hamzah hadir di kawasan Monas. Keduanya datang untuk mengikuti reuni alumni aksi 212.

Keduanya sempat memberikan sambutan. Fadli Zon mengaku berterima kasih diundang karena acara reuni ini sekaligus untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW.

"Mari kita junjung tinggi semangat persatuan. Saya yakin umat Islam di Indonesia cinta persatuan dan menolak segala perpecahan, saya sangat mendukung kegiatan ini," kata Fadli Zon, Sabtu (2/12).

Fahri juga memberikan sambutannya. Dia merasa senang hadir di tempat tersebut.

Di sela pidatonya, Fahri Hamzah mengenang dulu aksi 411 yang digelar 4 November 2016. Dia mengaku mendapat informasi akan ditangkap usai berpidato di acara tersebut.

"Ketika 411 habis pidato saya dapat laporan dari pejabat negara bahwa saya akan ditangkap karena ujaran kebencian dan menghasut," kata Fahri.

"Karena saat itu saya memberitahu cara menjatuhkan presiden. Menjatuhkan presiden itu konstitusional. Karena jika presiden melakukan impeachment bisa dijatuhkan konstitusional," sambungnya.

Dia mendoakan semua yang turut dalam aksi 212 akan menjadi mujahid. "Pak Jokowi dengar itu angguk-angguk. Dia alumni 212 mudah-mudahan dia jadi mujahid. Tahun lalu dia nampak, jangan-jangan dia nampak sekarang kalau ada bawa ke atas panggung," kata Fahri.

Dalam kesempatan yang sama, Amien Rais, juga berpesan agar para kaum muslimin berjihad di jalan Allah. "Allah pasti menunjukkan jalan kami dan bersama orang dengan kebaikan," kata Amien.

Rekomendasi