Piala HB Jassin 2025: Pendaftar Melonjak Hampir 6 Kali Lipat, Capai 15 Ribu Lebih Peserta!

Piala HB Jassin 2025 berhasil menarik lebih dari 15 ribu pendaftar, meningkat drastis hampir enam kali lipat dari tahun sebelumnya, menunjukkan antusiasme tinggi terhadap ajang sastra ini.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Piala HB Jassin 2025: Pendaftar Melonjak Hampir 6 Kali Lipat, Capai 15 Ribu Lebih Peserta!
Piala HB Jassin 2025 berhasil menarik lebih dari 15 ribu pendaftar, meningkat drastis hampir enam kali lipat dari tahun sebelumnya, menunjukkan antusiasme tinggi terhadap ajang sastra ini. (AntaraNews)

Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi DKI Jakarta, melalui Pusat Dokumentasi Sastra (PDS) HB Jassin, kembali sukses menggelar Piala HB Jassin 2025. Ajang bergengsi ini disambut antusiasme luar biasa, dengan total pendaftar mencapai lebih dari 15 ribu peserta dari berbagai wilayah.

Antusiasme yang ditunjukkan peserta tahun ini mengalami peningkatan signifikan dibandingkan penyelenggaraan sebelumnya. Tidak hanya dari berbagai daerah di Indonesia, ajang ini juga menarik partisipasi dari peserta luar negeri seperti Malaysia, Thailand, dan Singapura.

Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Perpustakaan Jakarta dan PDS HB Jassin, Diki Lukman Hakim, menyatakan kegembiraannya. "Antusiasme peserta cukup menggembirakan. Total pendaftar mencapai 15.763 peserta," ujarnya dalam Malam Anugerah Piala HB Jassin di Jakarta, Sabtu (18/10) malam.

Jumlah peserta Piala HB Jassin 2025 tahun ini menunjukkan lonjakan drastis, mencapai hampir enam kali lipat dari angka pendaftar pada tahun sebelumnya. Peningkatan ini menjadi indikator kuat bahwa minat terhadap sastra dan kebudayaan di kalangan masyarakat, khususnya generasi muda, semakin tinggi.

Diki Lukman Hakim menegaskan bahwa ajang ini memiliki makna yang lebih dalam dari sekadar kompetisi sastra. Menurutnya, Piala HB Jassin adalah ruang perjumpaan yang penting antara karya, arsip, dan kebudayaan. Ini memberikan platform bagi para pegiat sastra untuk berkreasi dan berinteraksi.

Lebih lanjut, Diki menjelaskan, "Ajang ini adalah ruang dialog antara masa lalu dan masa depan, antara arsip dan gagasan, antara kata dan kebudayaan." Pernyataan ini menyoroti visi Piala HB Jassin sebagai jembatan yang menghubungkan warisan sastra dengan inovasi dan pemikiran kontemporer, memperkaya khazanah kebudayaan Indonesia.

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Ketua III Himpunan Sarjana Kesusastraan Indonesia (Hiski), Sastri Sunarti, menyoroti pentingnya implementasi Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan. Ia menekankan bahwa pelaksanaan undang-undang ini tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah semata.

Sastri Sunarti menggarisbawahi bahwa generasi muda memiliki peran krusial dalam mendukung dan menggerakkan perkembangan budaya. Kontribusi aktif mereka sangat dibutuhkan, terutama dalam konteks kemajuan kesusastraan Indonesia yang dinamis dan terus berkembang.

"Anak muda harus ikut ambil bagian dalam kemajuan kebudayaan, bukan orang tua saja," tegas Sastri. Pernyataan ini menjadi seruan bagi kaum muda untuk berpartisipasi aktif, menunjukkan bahwa semangat dan ide-ide segar mereka adalah kunci untuk melestarikan serta mengembangkan kebudayaan bangsa.

Piala HB Jassin 2025 menyelenggarakan empat kategori lomba yang beragam, memberikan kesempatan bagi berbagai talenta sastra untuk unjuk kebolehan. Kategori-kategori tersebut meliputi Musikalisasi Puisi, Penulisan Cerita Pendek, Kritik Sastra, dan Baca Puisi.

Pendaftaran lomba telah dibuka sejak Juli 2025 dan berhasil menyaring ribuan karya terbaik dari berbagai provinsi di Indonesia. Para pemenang di setiap kategori telah melalui proses seleksi ketat oleh dewan juri yang kompeten.

Berikut adalah daftar pemenang untuk beberapa kategori:

  • Musikalisasi Puisi Tingkat SMA:
    Terbaik 1: Jejak Aksara (SMK Muhammadiyah 4 Jakarta)
    Terbaik 2: Tranceco (SMAN 81 Jakarta)
    Terbaik 3: Cihuy Namju (SMAN 67 Jakarta)
  • Penulisan Cerita Pendek:
    Terbaik 1: Jantan Putra Bangsa (Yogyakarta)
    Terbaik 2: Rini Febriani (Jambi)
    Terbaik 3: Pazri Azhari (Bogor)
  • Kritik Sastra:
    Terbaik 1: Authonul Muther (Malang)
    Terbaik 2: Via Ajeng Mulyani (Ngawi)
    Terbaik 3: Cindy Wijaya (Tangerang)
  • Baca Puisi:
    Terbaik 1: Akbar Julian (Bandung)
    Terbaik 2: Mohammad Nuruddin (Madura)
    Terbaik 3: Bode Riswandi (Tasikmalaya)

Selain penghargaan untuk para pemenang lomba, Anugerah Kehormatan juga diberikan kepada sastrawan legendaris Putu Wijaya. Penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi atas dedikasi serta kontribusinya yang tak ternilai terhadap perkembangan sastra Indonesia hingga saat ini.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi