Petugas Kebersihan Ditangkap Setelah Sewakan Ponsel ke Napi di Lapas Banceuy

Rabu, 19 Februari 2020 00:34 Reporter : Aksara Bebey
Petugas Kebersihan Ditangkap Setelah Sewakan Ponsel ke Napi di Lapas Banceuy Paket Ekstasi dan Sabu dalam Lapas. ©2020 Merdeka.com/Aksara Bebey

Merdeka.com - Seorang petugas kebersihan berinisial IM diduga menyelundupkan narkotika ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Banceuy. Barang disimpan di dalam tong sampah itu adalah pesanan oleh dua orang narapidana.

Kalapas Banceuy Tri Saptono Sambudji mengatakan, aksi penyelundupan itu dilakukan IM pada Selasa (18/2) pagi. Awalnya petugas tidak curiga karena IM terbilang sering keluar masuk Lapas untuk mengangkut sampah.

Namun, ada gerak-gerik mencurigakan saat IM terlihat menyimpan sesuatu di dalam tong sampah. Petugas lapas pun menghampiri IM sekaligus melakukan pengecekan langsung.

Hasilnya, di dalam tong sampah ada 15 ponsel pintar, 21 headset, 17 charger ponsel, 40 kartu perdana yang dibungkus plastik hitam. Sedangkan paket narkotika berupa 31 ekstasi dan 30 gram sabu dibungkus oleh dus susu.

"Jadi mobil truk sampah milik Dinas Kebersihan Kota Bandung itu mau mengambil sampah yang ada di dalam. Kemudian sesudah memindahkan sampah ke truk, tempat sampah itu dikembalikan ke dalam," kata Tri di Kantor Lapas Banceuy, Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung.

Petugas kemudian menyelidiki hingga diketahui barang dibawa IM adalah pesanan dari warga binaan. Mereka adalah Dadang Kurniadi napi kasus narkoba dengan vonis 6 tahun penjara dan Ahmad Santosa napi kasus pemalsuan uang dengan vonis 5,5 tahun bui.

"Setelah digeledah, tong sampah dan badannya ditemukan barang-barang (selundupan)," ujar dia.

Dia menduga, belasan ponsel dalam penyelundupan untuk kepentingan bisnis para napi. "Disewakan atau apa kita belum tahu, akan diselidiki. IM ini berperan sebagai kurir sudah didrop Rp14 juta," kata dia.

"Narapidana yang memesan kita naikan statusnya menjadi narapidana beresiko tinggi dan kita masukan ke sel isolasi. Kami juga berkoordinasi dengan pihak kepolisian dan BNN," pungkasnya. [gil]

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Sidak Lapas
  3. Bandung
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini