Petenis tunggal putri kebanggaan Indonesia, Janice Tjen, kini berada di ambang sejarah baru dalam kariernya yang terus menanjak. Ia berhasil melaju ke babak final kualifikasi WTA 125 Suzhou yang akan berlangsung pada hari Minggu, 28 September. Pertandingan krusial ini akan menjadi penentu langkahnya menuju babak utama turnamen bergengsi di China tersebut, sebuah pencapaian yang diidamkan banyak atlet.
Janice Tjen dijadwalkan menghadapi petenis Jepang, Kyoka Okamura, dalam laga penentuan yang diprediksi akan berlangsung sengit. Okamura sendiri melaju ke final kualifikasi setelah menundukkan Maddison Inglis dari Australia dengan skor 6-4, 6-4 pada babak sebelumnya. Pertarungan ini akan memperebutkan satu tempat di undian utama, membuka peluang Janice untuk bersaing dengan petenis top dunia.
Keberhasilan Janice mencapai babak final kualifikasi ini menyusul performa impresifnya di lapangan. Ia menaklukkan petenis tuan rumah Qu Yihan dengan skor telak 6-2, 6-1 pada babak pertama kualifikasi, Sabtu. Kemenangan dominan ini menunjukkan kesiapan mental dan fisik Janice untuk terus bersaing di level tertinggi tenis profesional.
Advertisement
Advertisement
Performa Dominan Janice Tjen di Babak Kualifikasi
Dalam pertandingan babak pertama kualifikasi melawan Qu Yihan, Janice Tjen menunjukkan performa yang sangat dominan dan meyakinkan. Petenis yang menempati unggulan kedua di babak kualifikasi ini berhasil mengakhiri laga hanya dalam waktu 56 menit. Kemenangan tersebut menjadi bukti kekuatan dan konsistensi permainannya di lapangan, terutama dalam menghadapi tekanan.
Statistik pertandingan yang dirilis oleh WTA menunjukkan betapa superiornya Janice Tjen sepanjang laga. Petenis kelahiran Jakarta ini mencatatkan dua ace yang menunjukkan kekuatan servisnya yang mematikan. Selain itu, ia juga minim melakukan kesalahan ganda, hanya dua kali sepanjang pertandingan, menandakan akurasi dan fokus yang tinggi.
Janice Tjen juga sangat efektif dalam memanfaatkan peluang yang ada di hadapannya. Ia menciptakan 11 break point dan berhasil mengkonversi enam di antaranya, menunjukkan ketajamannya dalam menyerang dan menekan lawan. Total poin yang diraih Janice mencapai 67 persen dari keseluruhan poin, jauh mengungguli lawannya yang hanya 33 persen.
Advertisement
Advertisement
Jejak Gemilang Janice Tjen Menuju Puncak Karier
Perjalanan Janice Tjen di WTA 125 Suzhou ini merupakan kelanjutan dari serangkaian performa impresifnya di turnamen-turnamen sebelumnya. Sebelum tiba di Suzhou, ia sempat berlaga di China Open, meskipun langkahnya terhenti pada babak pertama. Namun, Janice berhasil melewati dua pertandingan babak kualifikasi ajang WTA 1000 tersebut dengan kemenangan straight set, menunjukkan daya juangnya.
Di Beijing, Janice Tjen juga menorehkan catatan penting yang menandai kemajuan pesat dalam kariernya. Ia berhasil menduduki peringkat ke-102 dunia, yang merupakan peringkat tertinggi sepanjang kariernya sebagai petenis profesional. Pencapaian ini menjadi tonggak penting dan menunjukkan peningkatan signifikan dalam performa serta konsistensinya di sirkuit internasional.
Petenis berusia 23 tahun ini tiba di Negeri Tirai Bambu setelah sebelumnya mencatatkan prestasi gemilang sebagai runner up dalam debutnya pada ajang WTA di Sao Paulo, Brasil. Turnamen berlevel WTA 250 tersebut memberikan dampak besar pada peringkatnya. Ia melesat dari peringkat 130 dunia menjadi 103 dunia setelah penampilan perdananya dalam Grand Slam lapangan keras Amerika Serikat, US Open.
Advertisement
Menurut catatan resmi WTA, sebelum berkompetisi di kualifikasi US Open, Janice Tjen telah menunjukkan dominasi luar biasa di berbagai turnamen. Ia memenangi 45 dari 50 pertandingan profesional terakhirnya, sebuah rekor yang fantastis dan sulit ditandingi. Selama periode tersebut, Janice mencapai sembilan final ITF, berhasil memenangkan enam gelar, dan naik lebih dari 200 peringkat, dari nomor 371 ke nomor 149 dunia.
Sumber: AntaraNews