Petani di Madiun Temukan Ribuan Keping Uang Kuno Seberat 5 Kg

Jumat, 8 November 2019 20:03 Reporter : Erwin Yohanes
Petani di Madiun Temukan Ribuan Keping Uang Kuno Seberat 5 Kg Petani di Madiun Temukan Ribuan Keping Uang Kuno. ©2019 Merdeka.com/Erwin Yohanes

Merdeka.com - Warga Desa Ngadirejo, Kecamatan Wonoasri, Kabupaten Madiun menemukan benda purbakala berupa uang koin kuno di wilayah KPH Ngadirejo, petak 116. Ribuan keping uang koin itu diduga merupakan benda peninggalan kerajaan Majapahit.

Uang itu pertama kali ditemukan oleh Sumiran. Warga desa setempat itu menemukan uang kuno tersebut saat mencangkul tanah yang hendak ditanami ketela pohon.

"Yang menemukan namanya Sumiran. Saat itu Sumiran mencangkul di lokasi untuk ditanami ketela. Lalu cangkulnya membentur benda keras, setelah diperiksa ternyata benda itu adalah sebuah kendi berisi uang kuno," terang Kapolsek Wonoasri, AKP Muslich Bawani, Jumat (8/11).

Dia menjelaskan, uang koin kuno tersebut berbahan logam. Bentuknya lingkaran dengan lubang berbentuk kotak di tengahnya. Secara fisik, bentuknya masih utuh.

Namun sudah berkarat dan berwarna kehijauan seperti tertutup lumut. "Setelah digosok, warnanya kekuning-kuningan. Ada bentuk seperti lambang namun tidak ada yang menunjukkan huruf atau angka," jelasnya.

Menurutnya, setelah ditimbang ribuan uang koin kuno itu ditimbang beratnya sekitar 5 kilogram.

Dia menjelaskan penemuan uang kuno ini adalah yang kedua kalinya. Sebelumnya pada sekitar tahun 2018 juga ditemukan uang kuno serupa dengan lokasi yang berjarak hanya sekitar dua meter dari lokasi penemuan kali ini.

Saat ini, uang kuno tersebut disimpan di rumah Sumiran. Sembari menunggu tim ahli dari BPPP Trowulan, Mojokerto. "Saran dari Trowulan dan kabupaten, disimpan di tempat penemunya," urainya.

Sementara itu, Kasi Cagar Budaya Kabupaten Madiun Sugino mengatakan, pihaknya akan ke lokasi untuk memastikan. Saat ini dirinya belum bisa menyebutkan bahwa uang koin kuno tersebut merupakan peninggalan zaman kerajaan apa.

Tetapi temuan tersebut sudah didata, disurvey, dicatat dan dilaporkan ke Bupati. Selain itu, juga diteruskan ke BPTB Trowulan, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jatim utamanya seksi sejarah dan purbakala.

Baru setelah itu, tim dari Trowulan akan turun melakukan survey ke lapangan. Setelah itu nanti akan diketahui benda tersebut peninggalan zaman kerajaan apa.

"Selanjutnya kita menunggu, kita sudah koordinasi dengan Trowulan atau provinsi, hasilnya nanti dikirimi," katanya. [rhm]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini