Peserta sampai garis finish tak dapat medali, Lombok Marathon ricuh
Merdeka.com - Lombok Marathon yang diselenggarakan di Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, diwarnai kericuhan, Minggu (28/1). Peserta protes kepada panitia perlombaan. Kekecewaan peserta lantaran panitia tidak memberikan medali setelah para pelari menuntaskan larinya hingga garis finish, seperti pada lomba maraton lainnya.
Akibat tidak ada kejelasan dari panitia, para peserta akhirnya beramai-ramai melakukan protes hingga naik ke atas panggung utama yang berada di halaman Kantor Gubernur NTB.
"Terus terang kami kecewa dengan sikap kami panitia yang terkesan tidak siap melaksanakan 'event' seperti ini. Padahal kami sudah membayar mahal untuk ini," ungkap salah satu pelari, Diego seperti dilansir Antara.
Pelari asal Jakarta yang tidak ingin disebutkan namanya, menyayangkan sikap panitia yang terkesan tidak responsif. Terutama soal pemberian medali dan piagam. Setiap pelari yang menyentuh garis finish seharusnya diberikan medali dan piagam, meski bukan sebagai pemenang.
"Kami jauh-jauh datang untuk mengikuti kegiatan ini. Tapi hanya kekecewaan yang kami dapatkan," katanya.
Kericuhan ini tidak sampai melebar setelah para peserta ditenangkan sejumlah aparat kepolisian yang berjaga-jaga.
Menanggapi ini, Ketua KONI NTB Andy Hadianto mengakui ada keterlambatan pada penyerahan medali. Namun dia memastikan bahwa ini bukan disengaja karena medali yang disediakan penyelenggara terlambat datang.
"Sebenarnya karena kurang sabar saja, ketika sabar kan selesai. Memang ada keterlambatan di transportasi, karena medali di pesan di Singapura," ucapnya.
Diakuinya, jumlah medali yang disediakan sangat terbatas. Panitia hanya menyediakan 500 medali untuk peserta yang mampu menyentuh garis "finish" sesuai waktu yang ditetapkan.
"Banyak peserta lokal yang tidak paham aturan. Kita umumkan itu 500 'finisher' saja yang dapat. Tapi semua minta, medali tidak cukup. Padahal sebelumnya sudah diumumkan saat 'start'. Bahkan, saya sendiri yang umumkan," jelasnya.
Andy juga mengaku kecewa terhadap penyelenggara. Bahkan seusai kegiatan ini pihaknya akan melakukan evaluasi Lombok Marathon.
"Saya juga kecewa dengan penyelenggara. Kita akan evaluasi lagi, apakah akan tetap dilaksanakan, kalau kira-kira tidak bagus saya tidak mau lagi melaksanakan," katanya.
(mdk/noe)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya