Pesan KPK pada Setnov: Syarat JC, ungkap pihak lain dan akui perbuatan

Selasa, 23 Januari 2018 21:01 Reporter : Yunita Amalia
Pesan KPK pada Setnov: Syarat JC, ungkap pihak lain dan akui perbuatan Sidang Setya Novanto. ©2018 Merdeka.com/Dwi Narwoko

Merdeka.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengimbau Setya Novanto kooperatif selama proses persidangan kasus dugaan korupsi megaproyek e-KTP. Ini dibutuhkan sehubungan pengajuan menjadi Justice Collaborator (JC) yang disampaikan mantan Ketua DPR tersebut.

Juru bicara KPK, Febri Diansyah mengatakan, diterima tidaknya permohonan itu tergantung konsistensi dan sikap kooperatif Setya Novanto. Oleh sebab itu, dia mengingatkan Setya Novanto agar kooperatif.

"Untuk jadi JC harus sepenuhnya ungkap kebenaran. Di persidangan masih ada sangkalan sangkalan padahal bukti sudah kuat. JC ini tidak mudah karena syaratnya cukup berat, yang terpenting JC selain ungkap pihak lain akui perbuatannya," ujar Febri di gedung KPK, Jakarta, Selasa (23/1).

KPK melihat, selama persidangan Setya Novanto kerap menyangkal segala fakta persidangan. Mulai dari transaksi, pertemuan, ataupun penerimaan uang hingga jam mewah. Menurut Febri sikap Novanto di persidangan menjadi pertimbangan KPK dalam menentukan diterima tidaknya JC.

Sementara itu, saat disinggung perihal status pengajuan JC Setya Novanto, Febri mengaku belum ada tindak lanjut.

"Kita belum lihat hal tersebut misalnya terkait penerimaan jam atau dugaan penerimaan yang lain dan peran-peran yang lain belum yakini, hal tersebut belum terpenuhi. Tapi ini masih proses kan," ujarnya.

Diketahui, Setnov mengajukan diri menjadi justice collaborator (JC) di KPK. Kuasa hukum Setnov, Firman Wijaya mengakui rencana pengajuan justice collaborator oleh kliennya tersebut.

Menurutnya, alasan utama pengajuan JC adalah untuk membantu penegakan hukum supaya 'clear'. Namun demikian, dia menyatakan 'prinsip protection of cooperating person' harus jelas lebih dahulu bisa dipenuhi oleh KPK atau tidak. Sebab, menjadi JC memiliki risiko dan konsekuensi besar.

Menurutnya, kasus e-KTP bukan cuma menyangkut pada Setnov melainkan menyangkut banyak pihak. Karenanya, salah satu alasan pengajuan JC adalah untuk memotret kasus e-KTP secara utuh dan mengungkap seluruhnya. [noe]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini