Kemenkes mengatakan, ulat kucing atau ulat asp yang banyak ditemukan di wilayah selatan Amerika Serikat.
Media sosial tengah dihebohkan dengan kabar ulat kucing. Ulat bulu yang disebut-sebut sangat beracun dan mematikan ini dikabarkan sudah masuk ke Indonesia.
Juru Bicara Kementerian Kesehatan (Kemenkes), M Syahril mengatakan, ulat kucing atau ulat asp banyak ditemukan di wilayah selatan Amerika Serikat.
Ulat ini dapat tumbuh dengan panjang sekitar satu inci dan ditutupi oleh bulu berwarna abu-abu dan oranye.
Advertisement
Advertisement
Sengatan ulat ini dapat menimbulkan reaksi yang berbeda pada setiap orang.
“Faktanya memang beracun,” kata Syahril, Selasa (27/2).
Syahril mengungkapkan penanganan yang bisa dilakukan jika terkena sengatan ulat berbulu ini. Pertama, mencuci area tubuh yang terkena sengatan dengan sabun dan air untuk mengurangi rasa sakit.
Kedua, disarankan menggunakan krim anti gatal jika sengatan mulai terasa gatal.
“Segera ke dokter sekiranya ada alergi terhadap gigitan serangga atau jika dirasa gejala terasa lebih parah,” ujar Syahril.
Advertisement
Fakta Ulat Kucing
Ulat kucing kini disebut sebagai ulat pembunuh manusia. Ulat ini dikabarkan bisa menyebabkan kematian dalam waktu empat jam setelah menyuntikkan racunnya ke tubuh manusia.
Advertisement
“Tidak ada fakta yang menyebutkan kalau ulat ini bisa membunuh manusia. Hoaks itu,” kata Syahril.