Persiapan umat Hindu di Bali jelang Hari Raya Galungan
Merdeka.com - Menjelang Hari Suci Galungan dan Kuningan, beragam perlengkapan upacara mulai di buru umat Hindu di Bali. Kesempatan itu dimanfaatkan sejumlah warung pinggir jalan yang menjual sarana pelengkap penjor.
Terlebih di sepanjang jalan jalur Denpasar-Gilimanuk, tepatnya di daerah desa Mengwi dan desa Kapal Badung. Sejumlah pedagang dadakan melengkapi dagangannya untuk penghias penjor Galungan.
Menurut penuturan salah seorang penjual hiasan atau sampian (penghias) penjor di seputaran Jalan Raya Kapal, Badung, Ketut Astana, sudah sejak setelah Nyepi sejumlah pembeli mulai berdatangan.
Untuk salah satu hiasan penjor berbentuk kolong-kolong ukuran kecil kepada pembeli dia tawarkan seharga Rp 25.000.
"Dari setelah Nyepi, saya mulai jualan sampian dan bambu untuk penjor. Hasilnya sangat lumayan keuntungan dari menjual ini," ungkap Astana, mengaku menjual perlengkapan penjor tiap 6 bulan sekali.
Bahkan per-harinya kata dia bisa meraup keuntungan hingga Rp 2 juta. Biasanya terakhir pembeli datang hingga Penampahan Galungan, Selasa (4/4) sehari sebelum Galungan.
Untuk diketahui, Hari Raya Galungan di Bali sebagai hari Kemenangan antara Dharma melawan keangkaramurkaan yang disebut Adarma. Puncak kemenangan ini nantinya diakhir sebagai wujud sukur yaitu di Hari Kuningan atau 10 hari setelah Hari Galungan. (mdk/rhm)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya