Perkuat Kajian Keilmuan, UIN Madura Jalin Kerja Sama Strategis dengan Universiti Malaya

UIN Madura dan Universiti Malaya berkolaborasi untuk memperkuat kajian keilmuan berbasis khazanah pesantren, sekaligus menginternasionalisasi kampus dan mempererat hubungan serumpun.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Perkuat Kajian Keilmuan, UIN Madura Jalin Kerja Sama Strategis dengan Universiti Malaya
UIN Madura dan Universiti Malaya berkolaborasi untuk memperkuat kajian keilmuan berbasis khazanah pesantren, sekaligus menginternasionalisasi kampus dan mempererat hubungan serumpun. (AntaraNews)

Universitas Islam Negeri (UIN) Madura telah menjalin kerja sama strategis dengan Universiti Malaya, Malaysia, untuk memperkuat kajian keilmuan. Kolaborasi ini berfokus pada penelitian berbasis khazanah pesantren yang kaya. Langkah ini bertujuan meningkatkan literasi keilmuan serta mempererat hubungan antarperguruan tinggi serumpun.

Kesepakatan penting ini pertama kali diwujudkan melalui kegiatan Stadium General dan program International Visiting Lecturer pada 30 Maret 2026 di Pamekasan. Acara tersebut menghadirkan dosen tamu internasional dari Universiti Malaya yang membahas topik penting. Inisiatif ini merupakan bagian dari upaya UIN Madura untuk internasionalisasi kampus.

Dekan Fakultas Syariah UIN Madura, Muhammad Taufiq, Ph.D., menjelaskan bahwa kerja sama ini juga bertujuan menguatkan kajian keilmuan berbasis khazanah lokal pesantren Madura. Hal ini sejalan dengan visi UIN Madura sebagai pusat kajian Islam Madura yang unggul dan berdaya saing internasional.

Kolaborasi antara UIN Madura dan Universiti Malaya ini menjadi langkah konkret dalam agenda internasionalisasi kampus. Muhammad Taufiq, Ph.D., menegaskan bahwa program ini merupakan bagian integral dari upaya tersebut. Penguatan kajian keilmuan berbasis khazanah lokal pesantren Madura menjadi fokus utama.

Kegiatan International Visiting Lecturer dari Universiti Malaya, yang menghadirkan Imamuddin, Ph.D., merupakan langkah strategis. Ini dilakukan untuk menyongsong visi Fakultas Syariah yang religius, kompetitif, dan kolaboratif di Asia Tenggara pada tahun 2026. Diskusi ini juga memperkuat kolaborasi riset internasional.

Riset tentang Tarjuman, misalnya, merupakan penelitian manuskrip Ulama Kharismatik Madura, KH Abdul Hamid Itsbat, yang berpotensi dikenal secara internasional. Stadium General tidak hanya berfungsi sebagai ruang transfer ilmu, tetapi juga momentum penting. Tujuannya adalah memperkuat integrasi keilmuan antara tradisi lokal pesantren dan perkembangan akademik global.

Visi UIN Madura sebagai kampus pusat kajian Islam Madura yang unggul dan berdaya saing internasional semakin terwujud melalui kerja sama ini. Ini menunjukkan komitmen UIN Madura dalam memajukan pendidikan Islam dan memperluas jangkauannya.

Dalam paparannya, Dosen Universiti Malaya, Imamuddin, Ph.D., menyoroti pentingnya pemahaman Fiqih Nusantara. Ia menjelaskan Fiqih Nusantara sebagai bentuk ijtihad kontekstual. Fiqih ini lahir dari interaksi antara teks keagamaan dan realitas sosial budaya masyarakat Indonesia.

Imamuddin juga mengangkat kajian Tarjuman sebagai salah satu manuskrip penting ulama Madura. Manuskrip ini mencerminkan integrasi ilmu keislaman dengan kearifan lokal yang mendalam. Ia menekankan bahwa manuskrip ulama Madura bukan hanya warisan intelektual semata.

Lebih lanjut, Imamuddin menyatakan bahwa manuskrip tersebut adalah representasi integrasi ilmu yang relevan. Hal ini penting untuk menjawab berbagai tantangan kontemporer yang dihadapi masyarakat. Kajian ini membuka perspektif baru dalam memahami kekayaan intelektual Islam di Nusantara.

Kegiatan kolaborasi ini diharapkan dapat menjadi ruang akademik yang kondusif. Tujuannya adalah mendorong mahasiswa agar lebih aktif dalam penelitian manuskrip klasik. Selain itu, diharapkan juga dapat mengembangkan pendekatan interdisipliner dalam studi hukum Islam.

Diskusi yang berlangsung interaktif selama Stadium General menunjukkan antusiasme peserta. Berbagai pertanyaan kritis diajukan terkait relevansi Fiqih Nusantara di era globalisasi. Ini menandakan kebutuhan akan kajian mendalam terhadap isu-isu keagamaan kontemporer.

Kerja sama dengan perguruan tinggi di Malaysia ini bukan yang pertama kali dilakukan oleh pihak Indonesia. Pemerintah Provinsi Jawa Timur sebelumnya juga telah menjalin kolaborasi serupa. Tujuannya adalah memperkuat pembangunan sumber daya manusia (SDM) berdaya saing internasional di wilayahnya. Sinergi antara UIN Madura dan Universiti Malaya ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam pengembangan ilmu pengetahuan Islam dan penguatan peran pesantren di kancah global.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi