Peringati HUT RI ke-72, 1.516 merah putih berkibar di Goa Ngingrong
Merdeka.com - 1.516 bendera merah putih dikibarkan di kawasan Geosite Goa Ngingrong, Mulo, Wonosari, Gunungkidul, DIY, Kamis (10/8). Pengibaran bendera merah putih dalam rangka memeringati HUT Republik Indonesia ke-72.
Goa Ngingrong terpilih menjadi lokasi pengibaran 1.516 bendera merah putih setelah mengalahkan 33 lokasi geosite lainnya yang berada di area Gunungsewu Global Geopark Network (GGN). Area GGN ini sendiri berada di tiga provinsi berbeda dan tiga kabupaten yang berbeda.
GGN memanjang melintasi Kabupaten Gunungkidul yang masuk DIY, Kabupaten Wonogiri, Provinsi Jawa Tengah dan Kabupaten Pacitan, Propinsi Jawa Timur.
Sekretaris Geopark Gunungsewu, Hary Sukmono, area geopark di Pegunungan Seribu ini memiliki luas sekitar 1.802 kilometer per segi. Area ini terbagi menjadi Gunungkidul 13 lokasi, Pacitan 13 lokasi dan Wonogiri 7 lokasi.
"Sejak pagi di Lembah Ngingrong sudah terpasang ribuan bendera. Secara simbolis pembukaan dilakukan dengan menarik bendera sebesar 9 x 6 meter dengan menggunakan flying fox," kata Hary, Kamis (10/8).
Hary menceritakan bahwa upacara simbolis sempat mengalami gangguan karena kencangnya angin yang bertiup. Meskipun demikian, lanjut Harry, bendera tetap bisa dipasang di salah satu titik tebing.
Harry menerangkan bahwa tema 1.000 bendera merah putih di Goa Ngingrong mewakili nama Gunungsewu atau dalam bahasa Indonesia dikenal dengan nama gunung seribu. Ribuan bendera, kata Harry, dipasang sejak pintu masuk, lereng maupun lembah di area Goa Ngingrong.
"Total ada 1.516 bendera. Sebenarnya kita menyiapkan sekitar 1.000, tetapi sumbangan dari komunitas sangat luar biasa," ungkap Harry.
Harry menganggap bahwa acara pemasangan 1.516 bendera merah putih ini bisa dipakai sebagai momentum untuk menumbuhkan semangat cinta tanah air terutama bagi kalangan muda. Acara itu juga sebagai gerakan awal menumbuhkan semangat membangun Gunungsewu, untuk kesejahteraan masyarakat tanpa merusak alam, sesuai dengan tujuan geopark yakni konservasi, pendidikan dan pemberdayaan masyarakat.
Terpisah, General Manajer Geopark Gunungsewu, Budi Martono menyampaikan bahwa dipilihnya Goa Ngingrong, karena dari survei geosite, disana merupakan wilayah yang memiliki cakupan luas untuk diadakan pengibaran bendera yang berjumlah lebih dari 1.000 ini.
"Ngingrong akan kita angkat seperti pengelolaan di Nglanggeran (Gunung Api Purba) yang melibatkan seluruh warga. Nantinya tidak hanya disini (Goa Ngingrong) tetapi semua geosite," tutup Budi.
(mdk/gil)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya