Kawasan wisata Ancol di Jakarta Utara menjadi magnet utama bagi ribuan warga yang ingin merayakan pergantian tahun. Meskipun sempat diguyur hujan deras, antusiasme pengunjung tidak surut untuk menikmati berbagai hiburan yang telah disiapkan.
Hingga pukul 22.00 WIB pada Rabu (31/12), tercatat sebanyak 55.900 orang telah memasuki area Ancol, menunjukkan peningkatan signifikan dari jam-jam sebelumnya. Lonjakan jumlah pengunjung ini terjadi seiring dengan persiapan acara puncak malam tahun baru.
Perayaan malam pergantian tahun di Ancol kali ini menonjolkan pertunjukan drone spektakuler dan laser, menggantikan tradisi pesta kembang api. Selain itu, PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk juga menggalang donasi untuk korban bencana di Sumatera, menegaskan komitmen sosial perusahaan.
Advertisement
Advertisement
Antusiasme Pengunjung di Tengah Guyuran Hujan
Malam pergantian tahun di Ancol disambut dengan kehadiran puluhan ribu pengunjung yang memadati setiap sudut kawasan wisata. Meski hujan sempat mengguyur, semangat para wisatawan tidak luntur, mereka tetap bertahan menunggu acara puncak.
Corporate Communication PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk, Daniel Windriatmoko, menyampaikan bahwa jumlah pengunjung terus bertambah sepanjang malam. “Terus terjadi pertambahan dan hingga pukul 22.00 WIB ini sudah 55.900 orang tercatat masuk ke kawasan Ancol,” ujarnya di Jakarta.
Data menunjukkan bahwa pada pukul 20.30 WIB, Ancol telah menerima 47 ribu pengunjung, dan angka ini terus merangkak naik. Hujan yang turun sekitar pukul 21.00 WIB di seluruh kawasan Ancol tidak menyurutkan niat pengunjung untuk menikmati momen spesial ini.
Advertisement
Setelah pukul 22.00 WIB, hujan mulai mereda, memungkinkan berbagai hiburan yang telah disiapkan panitia untuk terus berjalan sesuai rencana. Pengunjung terlihat tetap bersemangat menanti pertunjukan utama.
Advertisement
Inovasi Hiburan Malam Pergantian Tahun: Drone dan Laser
Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, Ancol menghadirkan inovasi dalam perayaan malam pergantian tahun dengan meniadakan pesta kembang api. Sebagai gantinya, pengunjung disuguhkan pertunjukan drone dan laser yang megah di Pantai Lagoon.
Sebanyak 1.000 drone diterbangkan di pesisir Pantai Lagoon, membentuk berbagai konfigurasi dan gambar yang menakjubkan. Salah satu formasi drone bahkan membentuk tulisan "Pray For Sumatera", sebagai bentuk empati terhadap korban bencana di Pulau Sumatera.
Pertunjukan drone ini dijadwalkan berlangsung sekitar pukul 23.50 WIB, menjadi puncak acara yang dinanti-nantikan. Daniel Windriatmoko menjelaskan bahwa absennya kembang api tahun ini merupakan hal baru yang bertujuan membangun rasa empati terhadap sesama.
Advertisement
Selain pertunjukan drone, lokasi tersebut juga dilengkapi dengan pertunjukan laser yang menambah semarak suasana. Kombinasi drone dan laser ini memberikan pengalaman visual yang unik dan berkesan bagi seluruh pengunjung Ancol.
Advertisement
Ancol Berbagi: Donasi untuk Korban Bencana Sumatera
Di balik kemeriahan perayaan, Ancol juga menunjukkan kepedulian sosialnya dengan menggalang dana untuk korban bencana. PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk mendonasikan 10 persen dari total penjualan tiket masuk pada malam pergantian tahun.
Donasi ini secara khusus ditujukan untuk membantu pemulihan korban bencana banjir bandang dan longsor yang melanda Sumatera. Ini merupakan wujud nyata dari tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) yang dipegang teguh oleh Ancol.
Direktur Utama PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk, Winarto, menyatakan bahwa sebagai BUMD milik Pemprov DKI Jakarta, Ancol ingin hadir lebih dari sekadar tempat rekreasi. “Ancol ingin hadir bukan hanya sebagai tempat rekreasi, tetapi juga sebagai bagian dari masyarakat yang peduli dan saling membantu,” katanya.
Advertisement
Winarto menambahkan bahwa kepedulian sosial adalah nilai yang melekat dalam setiap langkah perusahaan. “Kami percaya bahwa kebahagiaan yang dihadirkan melalui Ancol dapat berjalan seiring dengan kepedulian terhadap sesama,” ujarnya, menekankan pentingnya berbagi di momen spesial ini.
Sumber: AntaraNews