Advertisement
Perempuan Sarinah Trenggalek: Inovasi Atasi Sampah Organik dan Perkuat Ekonomi Warga
Pemerintah Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, secara resmi meluncurkan program inovatif bernama Perempuan Sarinah (Selesaikan Sampah Organik dan Limbah) pada Minggu (21/12). Inisiatif ini bertujuan memperkuat penanganan sampah di wilayah tersebut dengan fokus pada pengelolaan limbah organik rumah tangga. Peluncuran perdana program Perempuan Sarinah Trenggalek ini dilaksanakan di Kelompok Wanita Tani (KWT) Maju Bersama, Desa Karangsoko, Kecamatan Trenggalek.
Program Perempuan Sarinah Trenggalek diinisiasi oleh Ketua Tim Penggerak PKK Trenggalek yang juga Anggota DPR RI, Novita Hardini. Langkah ini merupakan respons terhadap keprihatinan atas dampak lingkungan dan ekonomi yang ditimbulkan oleh permasalahan sampah. Novita Hardini menegaskan bahwa persoalan sampah tidak hanya berkaitan dengan kebersihan, tetapi juga berpotensi memicu bencana serta kerugian sosial-ekonomi bagi masyarakat.
Berbeda dengan program Sangu Sampah yang lebih dulu digulirkan dan menyasar pengelolaan sampah anorganik melalui pelajar, Perempuan Sarinah Trenggalek secara khusus fokus pada pengolahan sampah organik. Sampah organik rumah tangga akan diubah menjadi pupuk organik padat dan cair yang dikelola oleh Kelompok Wanita Tani (KWT). Program ini diharapkan dapat memberikan solusi komprehensif terhadap permasalahan sampah di Trenggalek.
Advertisement
Advertisement
Kolaborasi Perempuan Sarinah dalam Pengelolaan Sampah Berbasis Ekonomi
Program Perempuan Sarinah Trenggalek dirancang untuk memberdayakan masyarakat, khususnya perempuan, agar menjadi pelaku ekonomi berbasis pengelolaan sampah. Seluruh penggerak dalam program ini diarahkan untuk mengelola berbagai jenis sampah secara terpisah dan efisien. Novita Hardini menekankan pentingnya klasifikasi penanganan sampah agar tidak terjadi tumpang tindih pengelolaan antarpihak.
Dalam skema Perempuan Sarinah Trenggalek, sampah organik dari rumah tangga, warung, hingga dapur akan diolah oleh KWT menjadi pupuk organik cair dan padat. Sementara itu, minyak jelantah akan ditangani oleh Tim Penggerak PKK, dan sampah elektronik akan dikelola oleh komunitas Sepeda Keren. Pembagian tugas ini memastikan setiap jenis sampah tertangani dengan baik dan efektif.
Selain fokus pada pengelolaan sampah, program Perempuan Sarinah Trenggalek juga mendorong pemanfaatan pekarangan rumah sebagai lahan produktif. Warga diajak untuk menanam sayuran di pekarangan guna menekan pengeluaran rumah tangga dan memperkuat ketahanan pangan keluarga. Inisiatif ini menciptakan nilai tambah ganda, yaitu lingkungan bersih dan ekonomi keluarga yang lebih stabil.
Advertisement
Advertisement
Dukungan Pertanian dan Peningkatan Kesejahteraan Petani
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Trenggalek, Imam Nur Hadi, menjelaskan bahwa Perempuan Sarinah Trenggalek adalah gerakan kolaboratif yang mengklasifikasikan penanganan sampah berdasarkan jenisnya. Sebagian besar KWT di Trenggalek telah memiliki kemampuan dasar dalam pengolahan pupuk organik. Mereka akan didampingi oleh penyuluh pertanian untuk menjamin kualitas dan keberlanjutan produksi pupuk.
Hasil pengolahan sampah organik dari program Perempuan Sarinah Trenggalek akan dimanfaatkan sebagai pupuk yang kemudian dibagikan kepada para petani. Langkah ini diharapkan dapat membantu petani memperoleh pupuk dengan lebih mudah dan terjangkau. Novita Hardini menambahkan bahwa inisiatif ini juga bertujuan mengurangi ketergantungan petani pada pupuk kimia yang seringkali mahal dan berdampak kurang baik bagi lingkungan.
Ketua KWT Maju Bersama, Sinta Wati, mengungkapkan bahwa anggota KWT selama ini telah aktif memanfaatkan pekarangan untuk budidaya sayuran, yang telah memberikan tambahan pendapatan keluarga. Kegiatan pengolahan sampah organik menjadi pupuk melalui Perempuan Sarinah Trenggalek ini menjadi penguatan baru. Hal ini akan mendukung pertanian pekarangan dan secara langsung meningkatkan kesejahteraan anggota KWT.
Advertisement
Sumber: AntaraNews