Peras pengusaha Rp 15 juta, tiga pria diciduk polisi di kantor LSM
Merdeka.com - Personel Polsek Seberida Kabupaten Indragiri Hulu Provinsi Riau membekuk tiga orang pria yang kerap melakukan pemerasan terhadap seorang pengusaha kredit elektronik. Selain itu, polisi juga masih memburu seorang lagi anggota komplotan (grup) pemeras bersenjata ini.
Mereka dibekuk lantaran menuduh warga melanggar hukum lalu meminta uang. Lagaknya aparat hukum, mereka ternyata menyimpan senjata dan borgol.
"Ada tiga orang diamankan berinisial ME, ER dan HE. Seorang lagi kabur dan masih kita cari. Kasus ini atas laporan dari korban," ungkap Kapolres Indragiri Hulu AKBP Arif Bastari kepada merdeka.com, Rabu (14/3).
Dua pelaku, kata Arif, diamankan di sebuah perumahan perusahaan Pabrik Kelapa Sawit (PKS) di Kecamatan Seberida dan seorang lagi di kantor sebuah organisasi Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM).
"Kasus ini berawal dari laporan seorang pengusaha kredit elektronik dan barang perlengkapan rumah tangga berinisial AT," kata Arif.
AT mengaku, komplotan ini mendatanginya dan menuding bahwa AT telah meresahkan warga atas usaha kredit itu yang diduga tanpa memiliki badan hukum resmi. Usai menuduh, mereka memaksa korban agar memberikan sejumlah uang kepada AT.
"Pelaku meminta uang sebesar Rp 15 juta. Namun, korban tak menyanggupi dan hanya memberikan sebesar Rp 1,7 juta. Setelah mendapat uang, para pelaku pergi," kata Arif.
Lalu, AT melaporkan kejadian yang dialaminya itu ke kantor Polisi. Petugas pun bergegas menyelidiki laporan itu. Kedua pelaku, yakni MS dan HE diamankan di perumahan PKS sedangkan ER diamankan di kantor LSM. Sayang, seorang lagi berhasil kabur.
Dari hasil penggeledahan, komplotan ini memiliki peralatan seperti aparat. Petugas menemukan beberapa senjata berbahaya bahkan borgol untuk mengikat para pelaku kejahatan.
Di antaranya, 1 pucuk Air Softgun merek Press 5, 1 butir peluru hampa merek Winchester 38 Spl, 15 peluru, 1 buah borgol beserta kuncinya, Pisau dan lainnya.
"Semua pelaku dibawa ke Mapolsek untuk diperiksa. Sedangkan satu pelaku lagi masih diburu," pungkas Arif.
(mdk/bal)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya