Perantau asal Banten Tak Mengira Tawuran Pelajar di Wamena Berbuntut Kerusuhan

Selasa, 8 Oktober 2019 01:03 Reporter : Dwi Prasetya
Perantau asal Banten Tak Mengira Tawuran Pelajar di Wamena Berbuntut Kerusuhan perantau Wamena asal Banten. ©2019 Merdeka.com

Merdeka.com - Sebanyak 30 perantau asal Banten telah kembali ke kampung halaman. Salah satunya Muntaal (42) perantau asal, Ciruas Kabupaten Serang, korban kerusuhan di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua.

Pria yang telah merantau di Wamena selama 13 tahun itu berprofesi sebagai teknisi parabola televisi menyaksikan langsung awal mula kerusuhan di daerah tersebut. Sebab kontrakannya tak jauh dari kantor Bupati Jayawijaya.

Ia menceritakan kerusuhan yang terjadi pada 23 September, itu bermula dari tawuran pelajar sekira pukul 09.00 Wit di jalan raya dekat kantor Bupati. Waktu itu dia baru akan pergi bekerja. Namun, tak lama kemudian massa tawuran itu langsung membakar kios-kios dan ratusan mobil.

"Saya mau berangkat kerja, saya lihat tawuran pelajar, saya kira efeknya tidak lama atau tawuran pelajar biasa, tapi ternyata banyak bakar-bakar di wilayah tersebut," kata Muntaal kepada wartawan di Pendopo Gubernur Banten, Senin (7/10).

Setelah kondisi kerusuhan di daerah tersebut semakin brutal, lanjutnya, ribuan penduduk baik perantau dan warga setempat langsung mengungsi ke Kodim dan Polres Jayawijaya hingga Masjid dan Gereja. Kerusuhan mulai kondusif pada pukul 15.00 Wit.

"Kebanyakan orang lokal (massa rusuh) kelihatannya. Saya waktu itu langsung ngungsi ke Kodim. Jelasnya enggak tahu, kita langsung menyelamatkan diri," katanya.

Ia tinggal selama enam hari di pengungsian untuk mengantre proses evakuasi dari Wamena ke Jayapura. Karena proses evakuasi yang diprioritas adalah pengungsi perempuan dan anak-anak.

"Kesulitan karena evakuasi diperkirakan dua hari evakuasi ke Jayapura dengan Hercules, kebetulan saya laki-laki makanya ngantre lama. Karena prioritas Hercules perempuan dan anak-anak. Saya kebagian enam hari," katanya. [rhm]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini